Foto ilustrasi ibu kota negara di Kaltim yang memadukan pemerintahan dan hutan alam.

Oleh: Yuliawan A

Poskaltim.com, Samarinda — Pembangunan jaringan jalan di calon Ibu Kota Negara Indonesia kelak dipastikan akan menggunakan transportasi massal. Konsep jalan di lingkungan ibu kota negara ini akan berkesinambungan dengan konsep green city, yang menyatu dengan alam.

Hal ini diungkapkan oleh Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Kaltim, Salman Lumoindong di Samarinda, pada Senin (14/10).

Dalam diskusi bertema “Transportasi Massal di IKN” yang dilaksanakan baru-baru ini di Jakarta, ujar Salman, dirinya sangat mendukung gagasan besar ibu kota negara yang ramah lingkungan. Penekanannya, adalah meminimalisir penggunaan kendaraan pribadi dan memaksimalkan transportasi publik.

“Konsep transportasi di ibu kota negara nantinya akan mengutamakan pejalan kaki dan transportasi massal. Antar blok bangunan pemerintahan harus ada space (ruang) untuk pejalan kaki. Lalu track (lintasan) sepeda dan skuter listrik juga akan diperbanyak,” ujarnya.

Selain itu, untuk mendukung konsep transportasi ramah lingkungan ini, penggunaan bahan bakar minyak (BBM) akan sangat diminimalisir. Pemerintah berkomitmen menggantinya dengan kendaraan berbahan bakar listrik.

“Istilahnya infrastruktur transportasi sejuk dan ramah lingkungan. Apalagi kan di sekeliling ibu kota negara kelak hutannya masih terjaga dengan baik,” kata Salman.

Dijelaskan Salman, nantinya lokasi ibu kota negara akan terbagi dalam empat ring. Dimana ring satu merupakan lokasi pusat pemerintahan berisi Istana Negara Kepresidenan, kantor-kantor kementerian dan administrasi lainnya. Sedangkan untuk ring dua, berisi pemukiman khusus Aparatur Sipil Negara (ASN), pada ring tiga berisi pemukiman ASN yang bersama sebagian non ASN dan ring empat adalah kawasan pemukiman terluar.

“Misalkan orang dari Samarinda mau ke ibu kota, cukup pakai KRL (kereta listrik) lalu turun di ring empat. Lalu menuju ke ring dalam, masuk dengan transportasi terintegrasi. Disetiap pemukiman, nanti ada Transit Oriented Development (TOD) atau sebuah metode mendekatkan infrastruktur transportasi, dengan simpul kawasan pemukiman. Orang dari rumah tak perlu bawa mobil. Cukup jalan kaki sekitar tujuh menit lalu naik MRT (Mass Rapid Transit atau kereta cepat),” jelasnya.(YAN)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here