Oleh: Yuliawan A

Poskaltim.com, Samarinda – Komoditas lada (Piper nigrum) telah menjadi komoditas andalan perkebunan Kaltim sejak lama. Komoditas ii sangat berilai penting bagi petani di Kaltim karena nilai jualnya yang cukup tinggi, terutama pada tahun 1980-an silam.

Untuk menunjang produksi yang berkesinambungan melalui kegiatan perluasan komoditi lada, Dinas Perkebunan Kaltim mengalokasikan bantuan bibit tanaman lada dengan jumlah 80 ribu batang di lahan seluas 50 hektar (Ha).

Kepala Dinas Perkebunan Provinsi Kaltim, Ujang Rahcmad menjelaskan pihaknya telah mengalokasikan bantuan bibit lada kepada tujuh kelompok tani di tiga kecamatan yang ada di Kabupaten Kutai Kartanegara dan Kota Samarinda.

“Dua lokasi ini lada sudah ditanam sejak tahun 1970-an. Sudah beberapa kali dilakukan peremajaan. Tahun ini kita alokasikan lagi bantuan untuk perluasan kebun dengan 80 ribu batang bibit, sehinga dapat menunjang produksi di Kaltim,” ucapnya Jumat (23/8).

Didampingi Kepala Seksi Penyiapan dan Perluasan Lahan, Hj. Siti Juriah, dijelaskan jika kegiatan ini merupakan upaya menunjang pembangunan perkebunan berkelanjutan di Kaltim, khususnya mengembalikan kejayaan rempah – rempah Indonesia melalui dana Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) tahun 2019.

“Kegiatan sektor perkebunan tidak hanya mengembangkan komoditi unggulan kelapa sawit saja, namun juga mengembangkan komoditi unggulan lainnya, seperti lada,” ungkap Siti Juriah.

Menurutnya, dalam upaya mendorong peningkatan kualitas hasil produksi perkebunan, juga dialokasikan bantuan berupa pupuk NPK dan herbisida. “Ada 2.500 kilogram pupuk NPK dan 100 liter herbisida untuk perluasan areal komoditi lada ini,” jelas Siti Juriah lagi.

Bibit lada yang dibagikan adalah varietas unggul Malonan 1 yang berasal dari Kecamatan Loa Janan, Kabupaten Kutai Kartanegara. Buah lada jenis Malonan ini memiliki biji buah yang besar, rasa pedas yang merata dan mangandung minyak atsiri yang tinggi.(YAN)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here