Oleh: Yuliawan A

Poskaltim.com, Samarinda — Gubernur Kaltim Isran Noor mendadak menjadi lebih terkenal karena kerap menjadi narasumber pada acara stasiun TV nasional. Semenjak Presiden Joko Widodo mengumumkan pemindahan ibu kota negara akan ke Pulau Kalimantan, semua perhatian tertuju pada Kalimantan Timur.

Sepanjang pagi hingga siang Jumat, Gubernur sibuk melayani wawancara langsung beberapa stasiun televisi yang menggelat siaran langsung (live) dari ruang guberur di Samarinda. Disela-sela kegiatannya, Isran menyatakan kesiapan Kaltim jika ditunjuk sebagai ibu kota negara.

Isran menyebut jika memang Kaltim ditetapkan sebagai ibukota negara, maka akan berdampak positif bagi perekonomian daerah. Bukan hanya bagi Kaltim, tapi seluruh provinsi Kalimantan. Termasuk provinsi yang berbatasan langsung dengan Kaltim, seperti Sulawesi Selatan, Sulawesi Barat dan Sulawesi Tengah, Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah.

Terkait ketersediaan lahan seluas 3.000 hektare yang menjadi prioritas awal untuk pembangunan infrastruktur utama, Isran Noor menegaskan lahan tersebut sudah siap dan merupakan tanah negara.

“Baik lokasi di Kutai Kartanegara maupun Penajam Paser Utara, keduanya merupakan tanah negara. Tidak ada konflik ataupun sengketa lahan. Jika ada yang bermain maka akan rugi sendiri, karena itu tanah negara,” tegas Isran.

Isran menampik jika spekulan tanah sudah “gentayangan” mengincar kawasan yang bakal dijadikan ibu kota negara. Terutama di Kawasan Kecamatan Samboja, Kabupaten Kutai Kartanegara, maupun wilayah Kecamatan Sepaku, Kabupaten Penajam Paser Utara.

“Tidak ada indikasi spekulan tanah untuk melakukan tindakan menyimpang terkait lahan calon ibukota negara. Akan segera kita dibuat peraturan gubernur (pergub) tentang kawasan khusus non komersial. Kawasan tersebut tidak bisa diperjualbelikan sebelum ataupun sesudah keluar keputusan Presiden terkait penetapan lokasi ibukota negara,” tegas Isran.

Ibukota negara baru yang akan jadi pusat pemerintahan di Kaltim mengusung konsep “Smart and Intelligent City”. Kota cerdas. Kota modern. Berstandar internasional. Dengan inti pertama akan digarap diatas lahan seluas 3.000 hektare. Selanjutnya perluasan lahan ditargetkan mencapai 300.000 hektare, untuk membangun berbagai sarana dan prasarana penunjang seperti taman dan lain-lain.(YAN)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here