Oleh: Suandri Ansah / Yuliawan A

Poskaltim.com, Jakarta – Demonstrasi mahasiswa yang berujung kerusuhan terjadi di Manokwari, Papua Barat, pukul 09.00 WIT, Senin (19/8). Massa memblokade sejumlah jalan utama di Manokwari, Papua Barat, dengan membakar ban. Aksi ini membuat arus transportasi di daerah ini lumpuh.

Peneliti Institute for Development of Economics and Finance (Indef), Eko Listianto, menyebut kerusuhan yang terjadi di Manokwari, Papua Barat bisa membuat investor menarik diri. Aksi pembakaran dan pertikaian dapat membuat iklim investasi tak kondusif.

Kerusuhan yang terjadi saat ini akan membuat penilaian investor terhadap keamanan Indonesia menjadi negatif. “Kalau berkepanjangan, biasanya dia punya impact ke persepsi investor,” kata Eko saat ditemui di kantor Indef, Jakarta Selatan, Senin (19/8).

Apalagi, kata Eko, Papua saat ini dipandang sebagai kawasan yang menarik bagi investasi di sektor pertambangan. Dia menambahkan, sebelum kerusuhan ini pecah, kondisi investasi di Papua sedang melemah.

“Pertumbuhannya sangat rendah karena investasi tambang di sana sedang tidak bagus kan. Nah ya impact ke ekonomi sih terutama image keamanan investasi di sana kalau berlarut-larut ya,” ujarnya.

Aksi yang sama terjadi juga di Jayapura, Papua. Massa berkonsentrasi di halaman Kantor Gubernur Dok II Jayapura. Mereka berjalan kaki dari Waena pun telah sampai di Entrop, Distrik Jayapura Selatan, Kota Jayapura. Aksi long march ini dimulai pukul 09.30 WIT di beberapa titik kumpul, Senin (19/8).

Kepala Biro Penerangan Masyarakat Mabes Polri Brigjen Dedi Prasetyo mengatakan, konologi kerusuhan di Manokwari disebabkan karena hasutan yang tersebar lewat media sosial. (YAN/INI Network)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here