Selain terjadinya pendangkalan dasar Sungai Karang Mumus yang membelah Kota Samarinda, juga terjadi penyempitan lebar sungai akibat rumah penduduk. Foto diambil dari Jembatan Perniagaan Pasar Segiri yang akan menjadi titik penanganan banjir.

Oleh : Yuliawan A

Poskaltim.com, Samarinda — Gubernur Kalimantan Timur (Kaltim) membenarkan jika tidak ada investor asing yang tertarik dalam pengelolaan banjir di ibukota Kaltim, Samarinda.

Isran Noor yang turut serta mengikuti Indonesia Infrastructur Forum di London beberapa waktu lalu, membenarkan bahwa isu banjir di Samarinda, tak menarik satupun investor dari Eropa dan Inggris Raya tersebut.

“Kalo masalah banjir belum ada yang berminat, yah mungkin itu kurang menghasilkan (keuntungan) dan juga ini memang masalah pemerintah. Kita cari saja solusinya lagi,” ujar Isran Noor.

Saat disinggung soal penanganan banjir di Samarinda yang terkesan lamban terutama penggusuran kawasan bantaran Sungai Karang Mumus (SKM) , Isran menyebut hal tersebut membutuhkan waktu, karena banyak berkas yang harus diurus, padahal anggaran penanganan banjir di dana APBD tahun ini telah dikucurkan.

“Itu kan harus mengurus berkas, banyak yang diurus itu, jadi.kita tunggu aja selesai jadi bisa.langsung dikerjakan,” ucap Isran.

Sementara itu, Kepala Dinas Pekerjaan Umum m, dan Perumahan Rakyat (PUPR) Kaltim, Taufiq Fauzi menjelaskan Pemprov Kaltim telah menyiapkan dana pengerukan Sungai Karang Mumus untuk memperlancar arus air menuju muara Sungai Mahakam, sebesar Rp21,9 miliar dengan rincian sebesar Rp1,5 miliar dari APBD Kaltim 2019 dan sisanya Rp20 miliar dari APBD Perubahan.

Dijelaskannya, titik-titik yang dianggap dangkal dan menghambat arus air saat hujan dan tertampung di dalam kota, diawali dari titik pengerukan di Gang Nibung Jalan Dr Soetomo dan kawasan Pasar Segiri yang juga selain pendangkalan juga penyempitan bangunan rumah warga di sisi kiri dan kanan sungai.

“Kegiatan akan kita kerjakan secara swakelola bekerjasama dengan Kodam VI Mulawarman melalui Korem 091/Aji Surya Natakesuma. Diharapkan kerjasama dan proyek pengerukan ini dapat selesai pada akhir tahun 2019 ini,” jelasTaufiq pada Jumat (12/7).(YAN)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here