Sungai Mahakam yang bermuara ke laut saat musim kemarau, intrusi air laut telah masuk ke hulunya, ini menyebabkan beberapa Instalas Pengolahan Air tidak dapat berproduksi karena kadar khlorin yang tinggi.

Oleh: Yuliawan A

Poskaltim.com, Samarinda — Intrusi air laut telah masuk ke Sungai Mahakam, tepatnya pada wilayah perairan Kelurahan Bukuan, Palaran dan Kelurahan Pulau Atas dengan kadar khlorida sudah di atas ambang batas normal sebesar 259 Ppm (Part Per Million).

“Di Intake Bukuan pagi ini pukul 06.20 wita kadar khlorida sudah mencapai 261 Ppm. Di Intake Palaran 261 Ppm dan di Intake Pulau Atas mencapai 315 Ppm,” jelas Huas PDAM Tirta Kencana Samarinda, Kamis (26/9).

Untuk saat ini IPA Bukuan, IPA Palaran dan IPA Pulau Atas karena kadar khlorida sudah melebihi ambang batas, maka Dinas Kesehatan Kota Samarinda menganjurkan distrbusi air ke masyarakat untuk dihentikan sementara dan intake pengolahan air tidak berproduksi. Dan akan berproduksi kembali jika kadar khlorida turun di bawah ambang batas 250 Ppm.

Untuk pendistribusian air bersih ke masyarakat, PDAM Tirta Kencana menggunakan armada truk tangki baik bekerjasama dengan truk tangki swasta maupun dengan truk tangki milik Damkar Kota Samarinda jika diperlukan ke wilayah yang jauh dari jangkauan pipa distribusi.

Selain itu PDAM juga menyediakan kran -umum disetiap IPA agar warga bisa mengambil sendiri air bersih di lokasi kran yang sudah disiapkan.

“Hanya tiga IPA PDAM yang saat ini sementara produksi dihentikan. Posisi IPA ini memang berada lebih dekat dengan airan air laut, sedangkan IPA lainnya yang tidak menggunakan air Sungai Mahakam sebagai air baku tetap beroperasi” jelas Lukman.

Namun, dijelaskan Lukman, jika ada beberapa IPA lagi yang telah siap siaga karena jika tidak ada hujan dalam beberapa hari terakhir, maka air laut akan terus masuk meneroboh hulu sungai. Beberapa IPA yang mulai siaga untuk tidak beroperasi yaitu IPA Selili, IPA Tirta Kencana Samarinda Kota, IPA Samarinda Seberang, IPA Cendana, IPA Gunung Lipan, IPA Loa Bakung dan IPA Bendang 1.

Lukman mengimbau warga untuk berhemat dalam penggunaan air bersih dan membuat tampungan air di rumah masing-masing. Kalau tidak ada turun hujan dalam beberapa hari ke depan, bisa saja kadar khlorida akan terus meningkat.

“Kami terus lakukan pemantauan secaa intensif agar peoduksi tetap berjalan. Kita gunakan sistem buka tutup. Jika kadar khlorida di atas 250 Ppm kita hentikan sementara produksi, namun jika kadar khlorida turun di bawah 250 Ppm kita start berproduksi kembali,” ujarnya.(YAN)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here