Oleh: Azhar AP / Yuliawan A

Poskaltim.com, Surabaya – Kepolisian Daerah (Polda) Jawa Timur akan bekerjasama dengan Interpol untuk menangkap tersangka Veronica Koman, salah satu tersangka kasus provokasi dan penyebaran hoaks terkait kasus Papua, yang berada di luar negeri.

Kami akan bekerja sama karena yang bersangkutan saat ini berada di luar Indonesia,” ujar Kapolda Jatim Irjen Pol Luki Hermawan kepada wartawan di Mapolda Jatim, Surabaya, Rabu (4/9).

Pihaknya menetapkan kuasa hukum Komite Nasional Papua Barat (KNPB) itu sebagai tersangka karena dianggap ikut memprovokasi insiden di Asrama Mahasiswa Papua di Surabaya hingga menyebabkan demonstrasi berujung rusuh.

Terkait kerusuhan di Papua, kata dia, Veronica beberapa kali membuat tulisan provokatif di media sosial, yakni “polisi mulai tembak ke asrama mahasiswa Papua” dan “total ada 23 tembakan termasuk gas air mata”.

“Ada juga postingan, ‘Anak-anak tidak makan selama 24 jam dan terkurung’. ‘Disuruh ke luar ke lautan massa’. Semua tulisan tersebut ditulis menggunakan bahasa Inggris,” kata Kapolda Jatim.

Sebelum meningkatkan status Veronica sebagai tersangka, polisi mengatakan telah dua kali memberikan surat pemanggilan kepada Veronica terkait kasus hoaks tersebut. Namun yang bersangkutan tak pernah datang.

Sebagai tersangka, polisi menjerat Veronica dengan pasal berlapis yakni UU ITE KUHP Pasal 160 KUHP, kemudian UU Nomor 1 Tahun 1946 dan UU Nomor 40 tahun 2008 tentang Penghapusan Suku, Etnis dan Ras.

“Kami sudah melakukan pemanggilan dua kali sebagai saksi, tapi tidak pernah hadir,” kata jenderal polisi bintang dua tersebut.(YAN/INI Network)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here