Inspektur Polisi di Selandia Baru bernama Naila Hassan, menjadi salah seorang tamu Raja Salman yang diundang untuk menunaikan ibadah haji.

Oleh: Nurcholis / Yuliawan A

Poskaltim.com, Jeddah – Seorang Inspektur Polisi di Selandia Baru bernama Naila Hassan menyentuh hati banyak orang ketika saat menyampaikan pidatonya di sebuah upacara mengenang gugurnya 51 korban serangan teroris di dua masjid Christchurch.

Arab News melaporkan bahwa Naila, yang juga perwira polisi muslim, saat ini sedang berada di Makkah untuk memenuhi undangan Raja Saudi, Raja Salman bin Abdulaziz al-Saud bersama dengan 200 jamaah dari negara itu.

“Sebagai seorang Muslim, Anda hanya bermimpi tentang melihat Ka’bah dan pergi ke Makkah dan Madinah,” katanya dalam sebuah video ucapan terima kasihnya kepada Raja Salman karena menjadi tuan rumah bagi para jamaah Christchurch.
“Saat saya melihat Kabah pagi ini, saya benar-benar terkagum-kagum hingga menahan napas.

“Tapi, meskipun ini adalah perjalanan haji bagiku, aku di sini untuk para korban, aku di sini terutama untuk para wanita dan para janda yang ada di sini. Aku di sini untuk mendukung mereka.”

Hassan menggambarkan bagaimana dia dan sekitar 200 jamaah haji lainnya disambut dengan taburan bunga, nyanyian, dan hadiah.

“Saya tidak pernah mengalami hal seperti itu dalam hidup saya. Saya berterima kasih kepada Raja Salman atas kebaikannya. Dia baru saja bermurah hati kepada orang-orang Selandia Baru,” katanya.

Dalam perkembangan lain, Gubernur Makkah, Pangeran Khalid Al-Faisal mengatakan sekitar 329.000 orang dilarang memasuki tanah suci karena tidak adanya izin ziarah.

Pada saat yang sama, 144.000 kendaraan tak berizin dilarang memasuki Makkah dengan 15 orang pribumi ditangkap karena mengirim jamaah secara ilegal sementara sekitar 188 kantor haji palsu juga diperintahkan untuk ditutup. Sementara itu, sekitar 1,6 juta jamaah dilaporkan telah tiba di Makkah untuk menyelesaikan rukun Islam kelima tersebut.(YAN/INI Network)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here