Pemetaan dasar laut sangat penting untuk mendukung pembangunan berkelanjutan di suatu negara.

Oleh : Nugroho / Yuliawan A

Poskaltim.com, Semarang – Kebijakan pemerintah yang memadukan informasi geospasial dalam satu peta (one map policy), telah mengintegrasikan data-data tematik di seluruh Indonesia.

“Kebijakan satu peta memudahkan implementasi kebijakan-kebijakan pemerintah karena data bersumber dari satu lembaga yang dikelola oleh Badan Iinformasi Geospasial dan dapat dipakai oleh lembaga lain. Pemusatan pengelolaan data spasial tersebut untuk menghasilkan berbagai peta tematik dengan satu sistem yang sama, contohnya sistem koordinat yang sama dan data dasar yang sama sehingga tidak ada data yang tumpang tindih di lapangan,” ujar Kepala Badan Informasi Geospasial (BIG) Hasanuddin Z Abidin saat berbicara di Universitas Negeri Semarang (Unnes).

Dia juga mengatakan, BIG menyediakan data informasi geospasial dasar. Data informasi geospasial lanjutan banyak disediakan dan dimanfaatkan oleh berbagai instansi pemerintahan. BIG mempersilahkan mahasiswa untuk memanfaatkan data informasi geospasial dasar sebanyak-banyaknya, untuk skripsi maupun penelitian-penelitian lain.

Hasanuddin menegaskan, peran informasi geospasial sangat penting untuk mendukung pembangunan berkelanjutan di Indonesia baik di darat, laut maupun udara.

“Sayangnya Indonesia masih kekurangan hidrografer atau ahli pemetaan dasar laut karena masih minimnya minat mahasiswa khususnya untuk mempelajari hal tersebut. Padahal pemetaan dasar laut sangat penting untuk mendukung pembangunan berkelanjutan di suatu negara,” tambahnya dikutip dari situs resmi Unnes, Jumat (11/10).

Pada acara kemarin, BIG juga menjalin kerja sama dengan Unnes yang diwakili oleh Wakil Rektor IV Bidang Perencanaan dan Kerja Sama Prof Dr Agus Nuryatin MHum.

Agus menegaskan, pihaknya bangga karena kerja sama ini berdampak pada Unnes sebagai pusat dari geospasial dan alam raya.(YAN/INI Network)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here