Anggota Komisi III DPR, Muslim Ayub meminta Kemenkumham melakukan pendekatan untuk menjalin kerjasama ekstradisi dengan Singapura.

Oleh : Eko P / Yuliawan A

Poskaltim.com, Jakarta – Pemerintah Indonesia hingga kini belum memiliki perjanjian ekstradisi dengan Singapura dan negara tetangga lainnya. Padahal, tetangga dekat Indonesia itu selama ini menjadi “surga” bagi pelanggar hukum, termasuk pidana korupsi.

“Singapura juga menjadi tempat menyembunyikan uang para pelaku kejahatan,” kata Muslim Ayub di Kompleks Parlemen, Jakarta, Rabu(3/7).

Terkait hambatan yang ada, Komisi III belum mengetahui kendala apa yang menyebabkan ekstradisi kedua negara belum terjadi.

“Dalam rapat dengan Kemenkumham, saya usulkan kenapa tidak jalin kerjasama ekstradisi dengan Singapura dan Malaysia. Karena banyak penjahat dan koruptor dari Indonesia melarikan uangnya di sana,” katanya.

Pekan lalu, Komisi III DPR sudah menyetujui kerjasama ekstradisi Indonesia dengan Iran dan lebih kerjasama tersebut dilakukan dengan negara-negara terdekat seperti Singapura.

Menurut dia, Komisi III DPR meminta Kemenkumham melakukan pendekatan untuk menjalin kerjasama ekstradisi dengan Singapura.
“Kami dorong agar Kemenkumham mendekati Singapura,” ujarnya.
Penjajakan kerjasama itu menurut dia harus terus dilakukan meskipun Singapura sebelumnya pernah menolak sehingga ditemukan jalan keluar yang lebih baik.

“Usulan kerjasama itu sudah disampaikan Komisi III DPR kepada Kemenkumham. Mungkin dalam waktu dekat Kemenkumham akan terus lakukan pendekatan dengan Singapura meskipun mereka menolak, ya kita cari jalan keluar sampai mereka mau,” katanya.(YAN/ INI Network)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here