Oleh: Ahmad ZR / Yuliawan A

Poskaltim.com, Jakarta – Jika tidak dapat dikelola dengan baik, bonus demografi yang dihadapi Indonesia bisa berbuntut kerugian bagi SDM yang dimiliki. Bonus demografi dapat menjadi buruk jika Indonesia menjadi tujuan pasar rokok elektrik dunia.
Koordinator Koalisi Nasional Masyarakat Sipil untuk Pengendalian Tembakau Ifdhal Kasim mengatakan Indonesia merupakan pasar yang besar bagi produsen rokok elektrik karena memiliki bonus demografi yang menjanjikan.

“Karena itu, Indonesia menjadi surga bagi industri rokok karena pengendalian tembakau yang lemah, dan bagi rokok elektronik karena belum ada aturan tentang rokok elektrik,” kata Ifdhal dalam sebuah diskusi di Jakarta, Jumat.

Ifdhal mengatakan karena belum ada aturan yang melarang atau membatasi rokok elektronik, maka rokok elektrik bebas diedarkan dan dijual di Indonesia, meskipun dampak buruknya sama saja dengan rokok biasa.
Ifdhal berharap pemerintah bisa memberi perhatian pada kajian yang dilakukan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) dan Kementerian Kesehatan tentang rokok elektrik agar ada pengendalian dan masyarakat bisa terhindar dari dampak buruknya.

“Harus ada pengendalian, misalnya di mana diperbolehkan menggunakan rokok elektrik, peringatan bahaya, dan lain-lain. Selama ini yang dikampanyekan produsen rokok elektrik itu merupakan alternatif dari rokok biasa dan tidak berbahaya,” tuturnya.

Deputi Bidang Pengawasan Obat, Narkotika, Psikotropika, Prekursor, dan Zat Adiktif Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Rita Endang mengatakan rokok dalam bentuk apa pun, baik rokok biasa maupun rokok elektrik, berbahaya bagi kesehatan. Karena itu, dia mengimbau masyarakat untuk hidup sehat tanpa rokok.

“Rokok elektrik mengandung nikotin dan zat-zat lain yang tidak terstandar yang tidak bisa dikategorikan sebagai obat. Meskipun belum ada kewenangan, BPOM sudah mengambil sampel rokok elektronik untuk diteliti,” katanya.

Rokok elektrik telah ditolak di Singapura karena belum ada kajian yang menyatakan produk tersebut aman dikonsumsi. Administrasi Obat dan Makanan (FDA) Amerika Serikat juga tengah melakukan investigasi khusus terhadap rokok elektrik karena digunakan anak di bawah umur serta dilaporkan kasus kejang-kejang dan penyakit paru akibat penggunaan rokok elektrik.(YAN/INI Network)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here