Parlemen India hari Kamis (24/7) meloloskan Rancangan Undang-Undang (RUU) yang kontroversial yaitu melarang praktik perceraian ‘Talaq Tiga’ bagi umat Muslim di negeri itu, sekligus menjatuhkan hukuman tiga tahun penjara bagi pelakunya.

Oleh: Nurcholis / Yuliawan A

Poskaltim.com, New Delhi — Parlemen India hari Kamis (24/7) meloloskan Rancangan Undang-Undang (RUU) yang kontroversial yaitu melarang praktik perceraian ‘Talaq Tiga’ bagi umat Muslim di negeri itu, sekligus menjatuhkan hukuman tiga tahun penjara bagi pelakunya.

RUU yang disahkan di Lok Sabha (Dewan Rakyat) India ini, mendapat dukungan mayoritas suara meskipun ditentang oleh beberapa pihak komponen pemerintah.

RUU Perlindungan Hak Perkawinan 2019, demikian diistilahkan, antara lain, melarang perceraian dengan menyebutkan ‘Talaq Tiga’ disetujui dengan 303 suara dengan 82 suara menolak.

Menteri Hukum Ravi Shankar Prasad, yang mengajukan RUU itu, mengatakan langkah nya ini tidak terkait dengan politik atau agama tetapi diklaim membela martabat perempuan.

Dia mengatakan, sebanyak 574 kasus perceraian sejak Januari 2017, dan sejak Mahkamah Agung melarang praktik ini tahun lalu, lebih dari 300 kasus dilaporkan oleh media.

“Ada 345 kasus ‘Talaq Tiga’ setelah penghakiman hingga 24 Juli. Haruskah kita meninggalkan wanita-wanita ini di jalan?” katanya, kemudian menambahkan, “Saya seorang menteri di pemerintahan Narendra Modi, bukan pemerintah Rajiv Gandhi,” ujarnya dikutip Indiatoday.in.

Dia juga mengatakan Mahkamah Agung telah mencatat bahwa 20 negara Islam termasuk Pakistan, Afghanistan, Malaysia, Indonesia, Yordania, Mesir dan Tunisia telah melarang praktek ‘Talaq Tiga’.

“Jika mereka bisa melakukannya, mengapa itu tidak dapat dilakukan di India yang merupakan negara sekuler?” ujarnya.

Pada Agustus tahun lalu, Mahkamah Agung memutuskan bahwa undang-undang mengizinkan laki-laki Muslim menceraikan istri mereka dengan hanya mengucapkan Talaq atau perceraian dalam Bahasa Arab Tiga kali, tidak sesuai dengan Konstitusi India.

Muslim adalah kelompok pemeluk minoritas terbesar India dengan 155 juta orang penganut.
Banyak pernikahan dan perceraian Muslim diatur berdasarkan hukum Islam.

Meski ‘Talaq Tiga’ henya berlaku bagi umat Islam saja, namun ucapan perceraian tersebut dilarang di India sejak Agustus 2018 lalu.(YAN/ck/INI Network).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here