Oleh: Andrie Aprianto

Poskaltim.com, Balikpapan — Puluhan warga Manggar, Balikpapan Timur mendatangi kantor Bank BRI Syariah yang berada di Jalan Jendral Sudirman, Balikpapan Kota.

Kedatangan puluhan warga ini menuntut Bank BRI Syariah untuk mengembalikan sebuah surat Izin Mendirikan Bangunan (IMB) atas nama Herman Arsyad, pada Kamis (4/7) siang.

Herman Arsyad yang hadir pada kesempatan ini mengatakan, dirinya meminta pertanggungjawaban dari pihak Bank BRI Syariah yang diduga telah menghilangkan surat berharga tersebut. Dirinya meminta untuk mengembalikan surat IMB atas nama dirinya tersebut.

“Saya minta agar pihak bank bisa bertanggungjawab atas kehilangan dokumen yang saya miliki ini,” ujarnya.

Pada aksi ini puluhan warga sempat membentangkan sebuah spanduk yang berisi kalimat tuntutan agar pihak bank bertanggungjawab atas kejadian hilang surat berharga tersebut. Dan aksi ini sempat mencuri perhatian masyarakat yang melintas di jalan Jendral Sudirman sekira pukul 14.00 Wita.

Lanjut Herman, kejadian ini sebenarnya sudah pernah berlangsung di pengadilan negeri Balikpapan. Bahkan hasil persidangan telah memutuskan jika pihak bank harus bertanggungjawab atas hal ini. Persidangan tersebut telah diputus pada tahun 2017 lalu.

“Saya telah di-dzolimi, surat berharga milik saya sebagai nasabah hilang sejak tahun 2010 dan sampai sekarang tidak mau mengembalikan walaupun sudah diputuskan oleh Pengadilan Negeri Balikpapan,” jelas Herman.

Herman menambahkan, dirinya bersama warga lainnya bahkan telah berulang kali melakukan demo seperti ini. Namun hasilnya tetap sama, yakni pihak Bank tidak pernah merespon aspirasinya.

“Sudah sejak 2014 lalu, kami berunjuk rasa tiap tahun. Namun belum ada jawaban yang pasti dari pihak bank. Padahal bangunan yang kami minta IMB nya sudah ada yang nawar Rp18 miliar,” ujarnya.

Saat Poskaltim.com dan media lain ingin mengkonfirmasi kepada pihak Bank BRI Syariah, tidak ada satupun pejabat yang mau menemui. Dengan alasan pejabat yang bersangkutan yang berhak mengeluarkan statmen tidak berada ditempat.
“Kepala Cabang dan pejabat yang bersangkutan sedang keluar, jadi tidak ada yang bisa memberi komentar,” ujar seorang petugas keamanan bernama Abbas kepada wartawan.

Sementara itu arus lalu lintas di kawasan Markoni, Jalan Jenderal Sudirman menjadi padat akibat aksi ini. Karena demo ini cukup menarik perhatian warga yang melintas di depan bank tersebut.(AND/YAN)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here