Oleh: Yuliawan A

Poskaltim.com, Samarinda – Pembangunan Ibu Kota Negara (IKN) bukanlah proyek main-main sehingga pemerintah membuka kesempatan untuk seluruh masyarakat Indonesia, terutama masyarakat Kaltim untuk dapat mendukung dan berpartisipasi dalam masukan dan pemikiran.

Hal itu dikatakan oleh Rektor Universitas Negeri Mulawarman Samarinda, Prof. Masjaya usai acara Diskusi yang diselenggarakan oleh Ikatan Alumni Universitas Mulawarman (IKA Unmul) dengan tema “Kaltim Menyambut Ibu kota Negara,” yang dilaksanakan di Gedung Olah Bebaya Kantor Gubernur Kaltim, Kamis (19/9).

“Kami ingin mendampingi masyarakat dalam banyak hal, bahwa dia harus siap menjadi warga ibu kota tanpa menghilangkan kearifan lokal dan pemberdayaan masyarakat. Itu yang akan kami persiapkan,” ucapnya.

Diakuinya jika masih ada masyarakat yang khawatir akan adanya warga Kaltim yang akan tersisih dan terpinggirkan pasca pemindahan ibu kota negara ke Kaltim, memaklumi adanya pemikiran tersebut jika berkaca pada kondisi Jakarta saat ini.

Dijelaskannya peran perguruan tinggi sesuai Tri Darma perannya adalah pendampingan terhadap masyarakat. Dalam peran tersebut perguruan tinggi akan melakukan pemetaan bagaimana karakter pendidikan masyarakat, usia, keterampilan, skill bahkan dia cenderung bisa berusaha apa kelak, ketika ibu kota negara di Kaltim.

“Setelah itu akan kami bina, akan kami kursuskan, misalnya selama setahun sesuai dengan kemampuannya. Kan ibu kota negara baru akan pindah empat-lima lagi . Lima tahun itu sama saja dengan satu periode menjadi sarjana. Jadi waktu yang tersisa ini harus bisa dimanfaatkan meningkatkan kemampuan masyarakat untuk dapat bersaing di dalam menjadi warga ibu kota negara,” ujarnya.

Usai diskusi ini ditandai dengan penyerahan dokumen hasil diskusi dan surat penyertaan masing-masing peserta yang ditunjuk menjadi tim dalam penyiapan masyarakat untuk pemindahan ibu kota negara.(YAN)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here