Oleh; Erwinsyah

Berbicara tentang pemindahan Ibu Kota Negara bukanlah hal mudah, walaupun keputusan itu harus diambil oleh Pemerintah Indonesia, melalui Presiden Joko Widodo, atas dasar pertimbangan demi masa depan Indonesia dimasa 2030 yang akan datang.

Wacana pemindahan Ibu Kota Indonesia juga bukan hal baru bagi bangsa ini karena mengingat Pemerintah Indonesia pernah melakukan pemindahan ibu kota selama tiga kali pada masa periode 1946 sampai dengan 1948.

Waktu itu atas dasar pertimbangan kolonialisme atau penjajahan yang terjadi, dan pada tahun 2019 ini adanya keseriusan pemindahan Ibu Kota Negara Indonesia kembali menguat dan bahkan sudah hampir final. Keputusan tersebut didasarkan atas beberapa hal antara lain, Ibu Kota Negara di Jakarta saat ini sudah tidak lagi representatif karena banyaknya jumlah penduduk.

Data Tahun 2015 ada sekitar 3,6 juta penduduk pendatang di Ibu Kota Jakarta yang menjadi penduduk tetap. Begitupun dengan meningkatnya jumlah kendaraan sebanyak satu juta unit per tahun dan masalah banjir di Jakarta yang kerap menghambat kelancaran arus transportasi. Alasan lainnya seperti Ibu Kota Jakarta yang terpusat di Jawa, ancaman bencana gempa bumi dan tsunami dan lain-lain alasan yang masuk akan bagi pemindahan ibu kota negara saat ini.

Munculnya daerah Kalimantan sebagai calon Ibu Kota Negara Indonesia baru menggantikan Jakarta tentunya melalui proses kajian yang panjang, dengan mempertimbangkan persyaratan lainnya diantaranya kepadatan penduduk yang relatif rendah, ketersediaan lahan yang masih sangat luas, minimnya resiko bencana alam dan persoalan kemanusiaan, serta memenuhi persyaratan dari perspektif pertahanan dan keamanan negara.

Pemindahan Ibu Kota Negara ke Kalimantan akan membawa dampak positif, diantaranya; Pertama, akan mendorong penyebaran penduduk dimana penduduk Kalimantan hanya tujuh persen dari total jumlah penduduk Indonesia, selanjutnya Kedua, adalah adanya pemerataan pembangunan (Indonesia Centris) dimana selama ini arah kebijakan pembangunan lebih terpusat di Jawa (Java Centris) yang berakibat terjadinya kesenjangan pembangunan di luar Jawa seperti Kalimantan.

Padahal Kalimantan merupakan daerah yang sangat besar kontribusinya terhadap pendapatan negara Indonesia, hal ini tentunya sangat miris dalam perspektif pemerataan pembangunan di Indonesia, Ketiga, pemindahan ibu kota ke Kalimantan akan memperbaiki iklim Investasi nasional, di mana Kalimantan selama ini sebagai pusat investasi Nasional yang kaya akan Sumber Daya Alam, seiring dengan pemindahan ibu kota akan ada perubahaan iklim investasi diantaranya dengan mendorong hilirisasi terhadap hasil Sumber Daya Alam tersebut.

Penciptaan nilai tambah hasil Sumber Daya Alam diharapkan akan membawa dampak yang positif terhadap pendapatan daerah, Keempat, pemindahan ibu kota akan semakin mempererat persatuan dan kesatuan bangsa ini. Disisi lain pemindahan ibu kota ke Kalimantan juga akan membawa dampak ikutan yang harus di pertimbangkan seperti perencanaan pembangunan wilayah ibu kota yang menggunakan anggaran yang relatif besar harus dilakukan secara tepat guna dengan persiapan yang matang di berbagai aspek termasuk di dalamnya adalah keterlibatan Pemerintah Daerah dan masyarakat yang ada di Kalimantan.

Dipilihnya Pulau Kalimantan menimbulkan spekulasi besar karena tidak memunculkan secara spesifik wilayah Kalimantan bagian mana, bisa saja Kalimantan Timur (Kaltim), dan bisa saja KalimantanTengah (Kalteng), atau daerah Kalimantan lainnya seperti Kalimantan Selatan (Kalsel), dan Kalimantan Barat (Kalbar).

Kalau mau di dalami lagi, kesiapan antar wilayah di Kalimantan tersebut tentunya harus dilihat diantaranya, ketersediaan infrastruktur, transportasi jalan dan bandar udara, ketercukupan air bersih, ketersediaan pasokan listrik, dan adanya saluran pembuangan dan pengolahan limbah.

Hal lainnya yang tidak kalah mendukung seperti laju pertumbuhan ekonomi di daerah, jumlah penduduk, serta ketersediaan akan kebutuhan pusat pemerintahaan. Atas dasar tersebut kiranya tidak berlebihan jika ada daerah yang menyatakan lebih layak menjadi ibu kota negara di bandingkan daerah lainnya di Kalimantan.

Penentuan provinsi tersebut bukannya hal mudah dan tanpa sebab mengingat bahwa jika sudah diputuskan maka pertaruhannya adalah pemindahan ibu kota akan membawa dampak yang positif bagi kemajuan bangsa di mata dunia. Bagaimana dengan Kaltim jika mengingat persyaratan tersebut di atas, Kaltim sangat mempunyai potensi untuk menjadi ibu kota negara karena dari persyaratan di atas Kaltim sangat diunggulkan.

Jika Kaltim dipilih akan mengurangi belanja pembangunan dari negara yang sudah mengalokasikan dana sebesar Rp466 Triliun untuk pemindahan ibu kota Negara. Pemerintah Pusat akan diuntungkan pada sisi pembiayaan yang cukup menguras anggaran negara jika harus membangun sejumlah infrastruktur pendukung ibu kota baru tersebut. (Erwinsyah, Rektor Universitas Kutai Kartanegara/Unikarta)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here