Oleh: Nurcholis / Yuliawan A

Poskaltim.com, Porto Velho – Kebakaran yang melanda hutan hujan terbesar di dunia menyebabkan pertengkaran diplomatik antara Brazil dan Eropa yang mengancam membahayakan perjanjian perdagangan.

Presiden Brazil Jair Bolsonaro menandatangani dekrit yang melarang kegiatan pembakaran hutan di seluruh negeri selama dua bulan, di tengah upaya memadamkan hutan hujan Amazon yang memicu protes global, kutip AFP.

Laporan media juga mengatakan bahwa dekrit tersebut, diharapkan secara resmi akan dimulai hari ini, melarang pembakaran selama 60 hari dengan pengecualian dalam beberapa kasus yang melibatkan kegiatan pertanian dan kehutanan yang disetujui.

Berdikari Berencana Impor 10 Ribu Ton Daging Sapi BrazilSebelumnya, Presiden Brazil Jair Bolsonaro, Kamis (22/8), menuduh Prancis dan Jerman berusaha membeli kembali kedaulatan negara dengan menyediakan dana untuk membantu memadamkan api yang menghancurkan.

Jail Bolsonaro menuduh Presiden Perancis Emmanuel Macron tengah menjalankan”mentalitas kolonialis” dengan mengusulkan supaya kebakaran hutan Amazon dijadikan topik pembahasan nomor satu dalam konperensi puncak G7.

“Usul Presiden Prancis untuk membahas kebakaran hutan Amazon tanpa ikut sertanya negara-negara di kawasan itu mengingatkan kita akan mentalitas kolonialis, yang tidak berlaku lagi di abad ke-21 ini,” kata Bolsonaro lewat Twitter.

Brazil, awalnya telah menolak bantuan keuangan G7 sebesar 20 juta AS Dolar, mengatakan negaranya akan menerima bantuan eksternal asalkan ia mengendalikan uang itu.

Sementara itu, para pembantu Presiden Donald Trump mengatakan AS siap membantu menangani krisis Amazon jika pemerintah Brazil terlibat.

Data terbaru menunjukkan 1.044 kebakaran baru direkam antara hari Senin dan Selasa, menyebabkan jumlah total kebakaran Brazil tahun ini menjadi 83.329, meskipun ada pesawat militer yang membantu memadamkan api. (YAN/INI Network)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here