Hujan yang turun selama enam jam mengakibatkan Samarinda wilayah Utara tergenang banjir yang dalam dengan ketinggian 50 Cm hingga 150 Cm. Hingga Minggu malam, PLNB masih memadamkan listrik ke rumah warga karena travo yang terendam air

Oleh : Muhammad Rizqi / Yuliawan A

Poskaltim.com, Samarinda – Hujan yang turun sejak Minggu tengah malam (9/6) hingga pukul 07.00 Wita menyebabkan Samarinda bagian utara lumpuh total. Ketinggian air yang mulai nampak sekitar subuh, menyebabkan jalan-jalan protokol di pinggiran Samarinda terendam hingga satu meter. Karena ketinggian air telah mencapai travo listrik milik PLN, sehingga aliran listrik menuju rumah warga terpaksa dipadamkan sejak pukul 07.30 Wita.

Hingga pukul 22.00 Wita malam ini sebagian jalan masih tergenang air dan listrik masih dipadamkan. Banyak warga harus memutar kendaraan dan mencari jalan alternatif agar sampai ke tempat tujuan.

Dari beberapa pantauan paling parah di sekitar Kecamatan Samarinda Utara. Kawasan ini terdapat Bendungan Benanga yang beberapa hari terakhir dalam keadaan siaga, karena debit air yang telah tinggi.

Hingga pukul 22.00 Wita, ketinggian air di beberapa bagian ruas jalan di Samarinda masih cukup tinggi yang menyulitkan pengendara roda dua dan empat melaluinya
Banjir juga menutupi daerah Jalan DI Panjaitan yang merupakan akses utama menuju Bandara Aji Pangeran Tumenggung Pranoto (APT Pranoto) Samarinda, bahkan jalan alternatif melalui Jalan Lempake juga ikut banjir hingga pinggang orang dewasa.

Namun masyarakat yang ingin menuju bandara bisa menggunakan Bus Damri yang sudah disediakan Dinas Perhubungan jika ada warga tidak berani melewati banjir. Bus ini siap siaga di Terminal Sungai Kunjang sejak pagi hari sebanyak enam unit yang siap bolak-balik Samarinda kota dan bandara yang berjarak sekitar 30 kilometer.

Ruslan salah seorang warga yang bermukim di kawasan Jalan DI Panjaitan mengungkapkan bahwa banjir memang kerap terjadi di wilayah mereka, namun banjir pada Minggu (6/9) menjadi yang terparah sejak 2017 silam.

“Banjirnya ini cukup parah, bahkan mobil yang lewat harus berhati-hati karena arusnya yang deras, kalau sepeda motor yang lewat saya pastikan tidak bisa karena kedalaman air yang lumayan tinggi” ungkapnya kepada Poskaltim.com di lokasi banjir Jalan DI Panjaitan.

Hingga Minggu malam pukul 22.00 wita, sejumlah jalan protokol masih tergenang air, diantaranya simpang empat Jalan Wahid Hasyim Sempaja, simpang tiga Jalan PM Noor, simpang empat Lembuswana, Jalan Gelatik Unmul, dan Jalan Dr Soetomo sisi Gang Nibung. Sedangkan jalan menuju arah ke Kota Bontang, Sangatta, dan Tanjung Redeb Kabupaten Berau, malam ini sudah dapat dilalui kendaraan roda empat dan roda dua.(RZQ/YAN)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here