Oleh: Andrie Aprianto

Poskaltim.com, Balikpapan — Hujan deras yang mengguyur Kota Balikpapan, Kalimantan Timur sejak Senin (17/6) dini hari sekira pukul 02.30 Wita, tidak hanya membuat sejumlah kawasan terendam banjir. Tetapi juga membuat tanah longsor di tiga titik lokasi yang berbeda. Adapun tiga titik lokasi tersebut di Kelurahan Telaga Sari RT 06, Kelurahan Muara Rapak RT 50 dan Kelurahan Margomulyo RT 20.

Iwan warga RT 06 Kelurahan Telaga Sari mengatakan, pada pukul 05.15 Wita terdengar suara gemuruh dengan dentuman keras dari halaman rumahnya. Sontak membuatnya kaget dan panik karena halaman rumahnya telah terbelah.

“Pagi mas pas hujan deres itu, saya di dalam mau siap bangunin anak-anak tiba-tiba denger suara “bummm” langsung keluar meliat tanah sudah jatuh kesitu,” ujar Iwan.

Lanjut Iwan, dirinya pun langsung mendatangi rumah tetangganya Jefri untuk memberi tahukan kondisi tanah halamannya yang telah menimpa pagar rumah Jefri. Usai itu dirinya dan Jefri langsung membersihkan puing-puing kayu pagar, serta memanggil tukang untuk merapikan longsoran dan menutupnya dengan terpal.

“Saya datangin pak Jefri kasih tau dia. Habis itu sempat kita bersihkan dan saya panggil tukang saya. Dirapikan tanahnya baru pasang terpal biar gak longsor susulan,” tambahnya.

Sementara itu di RT 50 Kelurahan Muara Rapak, sebuah tembok milik Deler motor Honda sepanjang 10 meter dan tinggi tiga meter rubuh menutup akses jalan warga RT 50. Akibatnya akses kendaraan warga tidak bisa dilalui.

Lurah Muara Rapak Nunung Nurjaya mengatakan, kejadian rubuhnya tembok ini sekira pukul 05.30 Wita saat hujan deras. Pihak kelurahan pun sudah menghubungi Deler motor Honda untuk segera membersihkannya. Pasalnya, jika tidak segera dibersihkan maka dapat mengisolir beberapa RT yang ada didalam.

“Jalan ini kan bukan hanya digunakan oleh RT 50 aja, ini akses kendaraannya. Kalo ini tertutupkan warga didalam enggak bisa melintas. Tadi sudah kami hubungi Hondanya, katanya mau dikerjakan hari ini,” ujar Nunung.

Lanjut Nunung, sebelumnya pihak Kelurahan telah berulang kali menegur Deler motor Honda ini, karena kondisi temboknya yang sudah mengalami retak-retak, namun peringatan Kelurahan tidak pernah didengarkan.

“Sudah tiga tahun kita ingatkan dia (Deler motor Honda) tapi gak mau dengar, sekarang baru kejadian dia baru mau kerjakan. Ini kan kasian warga didalam yang enggak bisa lewat-lewat,” tegasnya.(AND/YAN)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here