Hidayat Nur Wahid menanggapi pernyataan Kepala Staf Presiden, Moeldoko yang mengklaim hanya kaum nasionalis yang mampu mempertahankan Pancasila dan NKRI.

Oleh: Ahmad ZR / Yuliawan A

Poskaltim.com, Jakarta – Wakil Ketua MPR, Hidayat Nur Wahid menyampaikan fakta sejarah bahwa bertahannya Pancasila dan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) bukan hanya peran satu pihak.

Pernyataan Hidayat Nur Wahid ini menanggapi pernyataan Kepala Staf Presiden, Moeldoko yang mengklaim hanya kaum nasionalis yang mampu mempertahankan Pancasila dan NKRI.

“Tapi juga ada peran positif kaum agamawan seperti KH Hasyim Asy’ari dengan ‘Resolusi Jihad’, Ki Bagus Hadi Kusumo saat menyelamatkan Pancasila, Mohammad Natsir dengan ‘Mosi Integral’, dan TNI juga. Jasmerah (jangan sekali-kali melupakan sejarah),” kata Hidayat, Selasa (23/7).

Sebelumnya, Moeldoko menyatakan, Negara Indonesia masih tetap bertahan karena hadirnya tiga kelompok. Kelompok itu adalah nasionalis, agamawan–dalam hal ini Islam, dan TNI. Namun, secara implisit, dia menegaskan bahwa kaum nasionalislah yang menjadi kunci atau punya peran sentral dalam menjaga keutuhan Indonesia.

“Ini negara kalau enggak ada kaum nasionalis, bisa ambruk. Akan belok ke kanan dan ke kiri. Posisi nasionalis inilah yang membuat bangsa ini tetap bertahan di tengah-tengah,” klaimnya saat menghadiri dialog yang digelar Persatuan Alumni Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) di Jakarta, Senin (22/7) lalu.

Dia mengatakan, jika ketiga kelompok itu bersatu dan duduk secara bersama-sama maka kekhawatiran justru datang dari pihak luar.

Moeldoko berpendapat, tiga kelompok kekuatan tersebut yang melahirkan Indonesia. Banyak negara, kata dia, gagal beradaptasi dari negara totaliter ke demokrasi.

Tanggapan Hidayat ini diharapkan dapat membuka mata seluruh bangsa Indonesia bahwa berbagai peran tokoh masyarakat dan tokoh agama, berperan penting menjaga persatuan dan kesatuan bangsa.(YAN/INI Network)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here