Setiap hewan kurban harus memperhatikan penyakit dan kesehatan hewan, salah satu yang mengancam adalah virus Jembrana.

Oleh: Rio AP / Yuliawan A

Poskaltim.com, Palembang — Virus hewan yang dinamakan virus jembrana menghantui ibadah kurban Hari Raya Idul Adha. Umat Islam diminta untuk berhati-hati disaat menyembelih heawn kurban agar memperhatikan ciri-ciri virus Jembrana ini.

Dinas Peternakan dan Ketahanan Pangan Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) mengajak masyarakat mewaspadai hewan kurban yang terkena virus Jembrana, khususnya hewan kurban jenis sapi Bali.

“Jelang Idul Adha tahun ini, baik pedagang maupun pembeli agar mengecek kondisi sapi kurban sebelum membeli,” ujar Kepala Dinas Peternakan dan Ketahanan Pangan Provinsi Sumsel, Taufik di Palembang, Selasa (23/7).

Dia menjelaskan, bahwa hewan ternak yang telah terjangkit virus jembrana tidak boleh diperjual belikan. Oleh karena itu, kata dia, hewan tersebut harus diberi vaksin terlebih dahulu sebelum dijual.

“Jadi pembeli atau pedagang bisa membawa hewan ternaknya untuk diperiksa kesehatan dulu,” ucap dia.
Menurut dia, berdasarkan hasil pemantauan, pihaknya belum menemukan hewan ternak yang terjangkit. Tapi, dirinya berpesan agar masyarakat tetap mewaspadai virus yang menjangkit sapi Bali tersebut.

Ia menambahkan, virus jembrana dapat menyebar dengan mudah melalui udara. Bahkan, virus tersebut memilik efek mematikan untuk ternak sapi. Tanda-tandanya sapi lesu, pendarahan, dan keluar keringat darah.

“Ini penting bagi pedagang agar memperhatikan kebutuhan hewan dari aspek tempat berteduhnya, makanan, hingga teknis lokasi berjualan. Jangan sampai memperlakukan hewan ternak dengan kasar dan kandangnya harus senyaman mungkin agar tidak menimbulkan luka fisik dan stres pada hewan ternak,” kata dia.

“Untuk memastikan keamanan hewan ternak yang diperdagangkan, kini pedagang harus memiliki surat keterangan kesehatan,” katanya. (YAN/INI-Network)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here