Usai lebaran, harga daging sapi dan daging ayam serta bumbu-bumbuan bawang putih dan bawang merah mash mengalami kenaikan yang wajar di beberapa pasar tradisionaal Balikpapan

Oleh: Andrie Aprianto

Poskaltim.com, Balikpapan — Tiga hari setelah Lebaran 1440 Hijriah, sejumlah kebutuhan pokok di pasar tradisional Kota Balikpapan, Kalimantan Timur masih mengalami kenaikan harga, namun tidak signifikan. Kenaikan harga pangan ini sudah terjadi sejak Rabu (5/6) bertepatan dengan lebaran.

Beberapa barang kebutuhan pangan yang masih mengalami kenaikan seperti daging sapi, ayam potong, telur, cabai dan bawang. Kenaikan ini dipicu tingginya permintaan pembeli terhadap beberapa barang tersebut mulai sebelum lebaran hingga setelah lebaran.

Pedagang cabai bernama Nana mengatakan, kenaikan cabai ini akibat terbatasnya stok cabai dari distributor. Saat ini harga jual cabai meningkat dari Rp60.000 sampai Rp65.000 per kilogramnya, dari harga sebelumnya hanya Rp40.000 per kilogramnya.

“Masih naik mas cabainya. Naiknya kan sejak sebelum lebaran kemaren, ini stok terbatas makanya masih tinggi,” ujar Nana pada Sabtu siang (8/6).

Jika biasanya Nana mendapatkan pasokan cabai sebanyak 10 hingga 15 kilo per hari, sejak satu minggu terakhir ini dirinya hanya mendapatkan empat hingga tujuh kilogram saja dari distributor.

Sementara itu harga ayam potong dan daging sapi juga ikut mengalami kenaikan harga. Harga ayam potong dari yang biasanya dijual dengan harga Rp40.000 per ekor, kini dijual dengan harga Rp50.000 per ekornya. Sedangkan daging sapi dari yang sebelumnya Rp120.000 per kilogram kini menjadi Rp135.000 per kilogramnya.

“Naik bang sudah ada dua minggu ini daging sapi naik. Biasa kan mau lebaran sampe lebaran ketupat harga masih lumayan lah. Permintaan juga meningkat, biasa saya satu ekor sapi itu 70 kilogram sekarang bisa dua ekor bang,” ujar Zul, pedagang daging sapi.

Sedangkan harga bawang putih dan merah yang pada saat awal Ramadhan sempat mencapai harga Rp120.000 per kilogram kini masih dikisaran Rp50.000 per kilogramnya. Sejauh ini harga tersebut sudah relatif stabil, lantaran sudah adanya pasokan bawang dari distributor.

Salah seorang penjual bawang Hj Musriani mengatakan, meski sempat melambung tinggi, namun permintaan bawang putih dan merah tetap tinggi. Dan saat ini pasokan di pasar Klandasan sudah cukup normal.

“Sempat tinggi kan waktu itu, sekarang sudah normal lah, meski ya masih naik juga. Kan normalnya Rp30.000 sampe Rp35.000 tapi sekarang masih Rp50.000 ya masyarakat masih banyak juga yang beli, gak pengaruh harga tinggi disini, yang penting ada,” ujar Hj Musriani.

Sementara itu di Samarinda, harga ayam pedaging seberat 800 gr dihargai Rp42.000 dan lebih dari 1 kg dihargai Rp60.000. Sementara ayam petelur yang telah afkir dijual dengan harga Rp50.000 kosongan tanpa jeroan, kepala dan kaki. Sedangkan daging sapi kualitas terbaik dijual dengan harga Rp125.000 per kilogram dan daging kerbau beku dijual Rp85.000 per kilogramnya.(AND/YAN)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here