Berdasarkan keterangan para pedagang hewan kurban, pada tahun 2019 stok hewan kurban yang berasal dari daerah pemasok mengalami keterbatasan stok .

Oleh: Andrie Aprianto

Poskaltim.com, Balikpapan — Menjelang Hari Raya Idul Adha tahun 2019 ini sejumlah pedagang hewan kurban musiman telah bermunculan dibeberapa titik di Kota Balikpapan, Kalimantan Timur. Salah satunya seperti yang berada dikawasan Kampung Timur, Balikpapan Utara.

Berdasarkan keterangan para pedagang hewan kurban yang terdapat dikawasan ini, pada tahun 2019 stok hewan kurban yang berasal dari daerah pemasok mengalami keterbatasan stok hewannya.

Ditemui Selasa (16/7), Ikbal salah seorang pedagang hewan kurban mengatakan, dirinya hanya mendapatkan jatah sebanyak 80 ekor sapi dengan tiga jenis saja, yakni jenis sapi Bali, sapi Limosin dan sapi Brahman yang didatangkan dari Gorontalo dan Palu, Sulawesi Tengah.

“Terbatas sekarang mas, beda dengan tahun lalu. Sekarang hewannya dibatasin. Saya pada tahun 2018 bisa datangkan sampai ratusan lebih sapi tapi tahun ini cuma bisa 80 ekor aja,” ujarnya.

Iqbal, pengusaha sapi kurban mengaku jika tahun ini dirinya hanya mendapatkan 80 ekor sapi. Dibanding tahun lalau, jumlah sapi yang didatangkan ke Balikpapan mencapai ratusan ekor.
Selain mengalami keterbatasan stok hewan kurban di daerah pemasok, para pedagang juga merasakan naiknya harga jual hewan kurban ini. Ikbal menjelaskan jika pada tahun ini hewan kurban mengalami kenaikan harga sebesar 10 -15 persen jika dibandingkan tahun 2018 lalu.

Lanjut Ikbal, dengan naiknya harga jual hewan kurban dari daerah pemasok, maka mau tidak mau dirinya juga menaikkan harga jual di Kota Balikpapan, dimana harga termurah yang ia jual adalah sapi Bali seharga Rp14 juta rupiah per ekor dan termahal untuk jenis Brahman dengan harga Rp80 juta rupiah per ekornya.

Di kandang milik Ikbal tersedia puluhan sapi Bali dengan bobot berat mencapai 150-200 kilogram, empat ekor sapi Limosin dengan bobot berat mencapai 400-450 kilogram, serta satu ekor sapi jenis Brahman yang mencapai berat 600 kilogram.

“Macam-macam ya beratnya ini. Kalo (sapi) Bali itu sekitar 150-200 kilogram. Sapi Limosin bisa sampai 400-450 kilogram. Nah yang ini (Sapi Brahma) bisa sampai 600 kilogram,” terangnya.

Saat ini para pedagang hewan kurban juga telah dilarang untuk menjualbelikan sapi betina. Pasalnya, sapi betina bisa digunakan untuk indukan dan memperbanyak keturunan. Jika ditemukan pedagang yang nekat menjual sapi betina, maka pemerintah bisa mengenai denda hingga pencabutan izin berdagang.

“Kita tidak boleh lagi sudah jual yang betina itu. Kalo betina untuk indukan. Kalau ketahuan bisa denda sampe cabut izin dagang,” ucap Ikbal.(AND/YAN)

1 COMMENT

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here