Mayor Cop Penerbang (CPN) Handry Wibowo, yang bertugas mengantarkan logistik pemilu di Kabupaten Mahakam Ulu yang sangat sulit dijangkau kendaraan roda empat maupun kapal sungai

Oleh : Andrie Aprianto

Poskaltim.com, Balikpapan — Peran Tentara Nasional Indonesia (TNI) sangat besar dalam membantu terselenggaranya Pemilu 2019. Tidak saja menjaga keamanan dan pertahanan negara, TNI juga berperan sesuai matra masing-masing untuk menyukseskan pesta demokrasi.

TNI Angkatan Darat (AD) mengerahkan sebuah Helikopter berjenis Bell 412 yang merupakan unit BKO Kodam IV Mulawarman. Heli bongsor ini mampu menjelajah ke lokasi-lokasi sulit di kawasan pedalaman dan daerah terpencil di Kalimantan Timur.

Meski memiliki kemampuan jelajah yang tinggi dan kecanggihan pada alat yang tersedia di tubuh heli ini, namun jika tidak diimbangi dengan doa dan nyali besar, tentunya logistik Pemilu 2019 di daerah terpencil di Kaltim tidak akan sampai tepat waktu.

Siapa sosok pilot helikopter jenis Bell 412 yang bertugas mengantarkan logistik Pemilu 2019 ini? Ternyata, dia adalah, Mayor Cop Penerbang (CPN) Handry Wibowo.

Bapak dua anak ini menceritakan pengalamannya saat bertugas mengantarkan logistik Pemilu 2019 di Kaltim, tepatnya di Kecamatan Long Pahangai dan Long Apari di Kabupaten Mahakam Ulu (Mahulu), yang sangat sulit dijangkau oleh kendaraan darat maupun jalur sungai.

Ada hal unik yang dilakukan Mayor Handry setiap akan memulai tugasnya. Layaknya seorang sahabat, Mayor Handry selalu memulai dengan berdoa dan memeluk “partnernya” yakni Heli Bell 412.

“Harus selalu diawali dengan doa dulu mas, kita punya Tuhan, saat di atas, dapat saja terjadi hal-hal yang tidak diinginkan. Dan doa adalah satu-satunya jalan (untuk selamat),” ujar Handry mengawali perbincangan.

Prosesi berdoa Mayor Handry dan “si burung besi-nya” setiap kali akan mengudara. Menurutnya, hanya kekuatan doa yang mampu membantunya menyelesaikan setiap tugas
Sejatinya tugas pokok Handry beserta co-pilotnya, Lettu Cop. Penerbang Mofa adalah melakukan dorongan dan pasokan logistik untuk pasukan TNI, saat evakuasi dan penyelamatan (search and rescue) pasukan.

Namun, di tahun 2019 ini dirinya mendapat perintah dari Mabes TNI atau Panglima TNI untuk membantu menyalurkan logistik Pemilu 2019, bagi kabupaten yang membutuhkan bantuan transportasi udara, seperti halnya yang dilakukan oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kaltim yang bersurat kepada Kodam VI Mulawarman untuk meminta bantuan penyaluran logistik pemilu.

“Kami sebagai prajurit tentunya sebuah kehormatan mendapat tugas langsung dari Mabes atau Panglima TNI, melalui Kodam IV Mulawarman, untuk ditugaskan membantu menyalurkan logistik pemilu 2019 di Kaltim,” ujarnya.

Sejak 11 April 2019 lalu, sesuai jadwal pendistribusian logistik, harusnya dirinya beserta “si burung besi” terbang sebanyak 22 kali. Namun karena surat suara datangnya serentak dalam beberapa kali pengiriman, maka tugasnya menjadi lebih ringan, yanitu hanya sekitar enam kali pengantaran saja.

Selama mengudara di Kaltim, Mayor Handry telah memasuki beberapa daerah yang memiliki karakteristik medan berbeda-beda. Mulai dari medan jurang yang curam, perbukitan dan pegunungan hingga lembah dan alur sungai. Beberapa kendala pun ia jumpai saat mendistribusikan logistik Pemilu 2019 di Kaltim, diantaranya kendala cuara, angin kencang hingga sulitnya titik pendaratan.

“Untuk kesulitan yang kami hadapi saat mendistribusikan logistik pemilu di daerah Long Bagun dan Long Apari yang berada di perbatasan RI- Malaysia. Kendala cuaca adalah kendala yang paling sering dihadapi olehnya, bahkan dengan tunggangan sejenis Heli Bell yang canggih, cuaca di pulau Kalimantan ini masih sulit diprediksi,” jelasnya.

Kawasan hutan di pedalaman Sungai Mahakam yang masih lebat dan perawan kerapkali mengalami cuaca yang tidak stabil dan sulit diprediksi. Mengingat Kaltim berada di garis khatulistiwa dengan perpaduan hutan hujan tropis yang kadang selalu ditutupi kabut tebal dan angin kencang.

“Cuaca di Long Apari, sekitar perbatasan Indonesia-Malaysia sulit diprediksi walau saat ini kami sudah bisa mengunduh (download) prakiraan cuaca dari BMKG namun nyatanya di perbukitan jenis awannya berbeda dengan yang ada di dataran rendah karena rata-rata awannya menempel di pegunungan,” jelasnya.

Namum pantang baginya untuk menyerah di tengah situasi seperti ini. Pilot yang telah memiliki pengalaman terbang di Papua ini mengatakan, ditengah situasi parah sekalipun selalu ada cara dan jalan keluarnya.

“Di titik pendaratan kami kami hanya mengandalkan spot saja. Spot adalah pendaratan namun sempit yaitu kisaran 50 x 50 luasnya. Kalo begini kita harus pinter putar otak. Kita bisa gunakan delta, delta adalah daerah sungai yang sudah tidak terairi lagi, disini saya bisa memanfaatkan untuk menurunkan logistiknya,” ujarnya.

Selain kendala cuaca, ketinggian dan awan juga menjadi kendala di Kaltim. Rata-rata lokasi di Kaltim ini adalah pegunungan hingga jurang dan terkadang pula awan menempel di bukit-bukit dan tebing-tebing gunungnya. Ini menyebabkan jarang pandang sangat pendek dan jelas sangat berbahaya untuk penerbangan.

Walau banyak tantangan dan kesulitan saat mengantarkan logistik Pemilu 2019 di Kaltim, Mayor Handry pun sangat senang bertugas di Kaltim karena membuatnya memiliki pengalaman baru, selain pengalamannnya selama ini yang pernah bertugas di Papua dan Sulawesi.

“Pokoknya apapun situasi dan kondisinya cara untuk mengantisipasinya adalah optimistis dan berdoa juga dengan mengedepankan safety first,” ujarnya.(AND/YAN)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here