Oleh: Yuliawan A

Poskaltim.com, Samarinda – Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur tidak perlu melakukan lobi-lobi kepada pemerintah pusat, karena Kaltim selalu siap jika memang ditunjuk menjadi lokasi pilihan untuk perpindahan ibu kota negara.

Hal tersebut dikatakan Wakil Gubernur Kaltim, Hadi Mulyadi dalam acara diskusi membahas rencana pemindahan ibu kota negara, bertempat di Pendopo Lamin Etam Kantor Gubernur Kaltim, pada Sabtu (27/7).

“Kaltim tak perlu melakukan lobi-lobi kepada pemerintah Pusat. Saya sudah bertanya kepada presiden apa yang harus saya lakukan, tapi Presiden Jokowi berucap tidak perlu ada yang perlu saya lakukan. Hanya (disuruh) menunggu dari Bappenas (Badan Perencanaan pembangunan Nasional). Kalau untuk lobi-lobi itu yah wajar, tapi kan lobi ini dilakukan oleh pihak yang kalah (tidak terpilih), makanya melakukan lobi-lobi,” ujar Hadi Mulyadi kepada wartawan usai acara.

Hadi Mulyadi berujar, dirinya sangat berterima kasih kepada pemerintah pusat yang memilih Kaltim sebagai calon lokasi baru. Menurutnya, pemindahan ibu kota ke Kaltim nantinya jika terpilih, tentu akan membawa dampak positif dan juga negatif . Namun hal ini, ucapnya tentu telah diperhitungkan dengan matang.

Selain Kaltim, dua provinsi lainnya di Kalimantan, yaitu Kalimantan Tengah dan Selatan, juga menyatakan siap jika ibu kota dipindahkan ke tempat mereka. Bahkan, beberapa tempat di luar Kaltim, seperti Sulawesi Selatan dan Lampung juga menyatakan kesiapannya sebagai lokasi ibu kota baru.

“Kalau soal positif dan negatif, itu kan sudah pasti ada, tinggal bagaimana kita menyikapinya. Saya rasa dampak ekonominya jelas, kita akan lebih baik lagi jika nanti menjadi ibu kota negara,” ucapnya.

Hadi lebih menyerahkan berbagai persoalan, baik dari sumber air, dan juga lingkungan lainnya kepada Bappenas karena menurutnya pemerintah pusat sudah memiliki peneliti dan ahli terkait pencarian solusi atas masalah tersebut.

“Kan kita ada Bappenas, biar mereka yang mengkaji dan mencari solusi, kita tinggal menunggu saja nanti hasil rekomendasinya seperti apa,” ujarnya.

Acara diskusi bertema “Kesiapan Kalimantan Timur Terhadap Pemindahan Ibu Kota Negara Republik Indonesia,” dengan beberapa narasumber diantaranya Pengamat Ekonomi Universitas Mulawarman Aji Sofyan Effendi, Pangdam VI Mulawarman Mayjen TNI Subiyanto, Bupati Kutai Kartanegara Edi Damansyah, Bupati Penajam Paser Utara Abdul Gafur Mas’ud, Ketua Komite Sumber Daya dan Kerjasama Luar Negeri Sjahrial Ong dan Wakil Gubernur Kaltim, Hadi Mulyadi.

Pemprov Kaltim telah menyiapkan lahan untuk lokasi pemindahan ibu kota negara ini berada di sekitar Bukit Soeharto dan berada di dua kabupaten yaitu Kutai Kartanegara dan Penajam Paser Utara. Pihak Bappenas berjanji jika memang Kaltim yang dipilih, tidak akan merusak kawasan Taman Hutan Raya Bukit Soeharto yang berada diantara jalan poros Balikpapan-Samarinda.(YAN)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here