Oleh: Nurcholis / Yuliawan A

Poskaltim.com, Jeddah — Untuk pertama kalinya, guru perempuan di Arab Saudi diperbolehkan mengajar siswa pria. Siswa pria di 1.460 sekolah negeri di Arab Saudi akan menerima pendidikan dari guru perempuan.

Asisten Direktur Pendidikan Jeddah, Suaad Al-Mansour, mengatakan Proyek Anak Usia Dini melibatkan taman kanak-kanak untuk anak laki-laki dan perempuan berusia antara empat dan lima tahun dan tiga kelas dasar untuk siswa berusia enam hingga delapan tahun.

Dia mengatakan anak usia dini adalah langkah paling penting dalam mengembangkan kepribadian mereka dan bahwa guru perempuan lebih mudah didekati dan kurang mengintimidasi bagi anak laki-laki di tingkat itu.

“Proyek ini juga akan menjembatani kesenjangan antara anak-anak setelah beralih ke sekolah dasar. Kelas-kelas awal dirancang khusus untuk memenuhi kebutuhan mereka dan guru perempuan akan memberikan pengalaman belajar yang lebih memuaskan,” katanya Arab News.

Selain meningkatkan kualitas pendidikan, ambisi kementerian lainnya adalah untuk meningkatkan efisiensi penggunaan ruang dan memanfaatkan penuh bangunan sekolah umum.

Menurut kementerian, guru perempuan akan mengajar 13,5 persen siswa laki-laki sambil menghemat 33 juta AS dolar dari anggaran pendidikan.

Selama liburan musim panas, kementerian menyiapkan 3.313 kelas taman kanak-kanak (TK) untuk menampung 83.000 anak-anak.

Al-Mansour mencatat bahwa anak usia dini adalah tahap paling penting dalam membangun kepribadian anak, dan mengatakan bahwa seorang guru perempuan lebih mudah didekati dan tidak terlalu mengintimidasi anak laki-laki pada tahap itu.

Untuk pertama kalinya, guru perempuan mengajar anak laki-laki di 1.460 sekolah negeri di seluruh Kerajaan. Wanita akan mengajar 13,5 persen murid laki-laki usia empat tahun-lima tahun.

Sekitar 6 juta siswa di 13 wilayah Saudi kembali ke sekolah pada hari Ahad setelah hampir empat bulan liburan musim panas.(YAN/INI Nerwork)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here