Gunung Agung saat ini nampak tenang. Namun diperkirakan gunung tertinggi di Bali ini diperkirakan masih akan menghasilkan letusan besar di waktu mendatang.

Oleh: Rosid | Yuliawan A

Poskaltim.com, Karangasem – Gunung Agung di Kabupaten Karangasem sebulan terakhir ini terlihat tenang. Gunung Agung yang merupakan gunung tertinggi di Bali terakhir kali erupsi pada 13 Juni 2019.

Kepala Sub Bidang Mitigasi Pengamatan Gunung Api Wilayah Timur, PVMBG, Devy Kamil Syahbana mengatalan Gunung Agung saat ini sedang dalam masa fase istirahat.

Jika merujuk pada sejarah, Gunung Agung memang membutuhkan waktu yang lama dan panjang untuk erupsi besar. Jadi, analoginya seperti masih menabung magma yang akan dikeluarkan setelah “tabungan terisi penuh”.

“Dari sejarahnya panjang erupsinya dan memang tak bisa sekali erupsi besar. Ia akan bertahap menuju betul-betul berhenti aktivitasnya,” katanya, Ahad (21/7).

Untuk volume magma saat ini di Gunung Agung masih di bawah 1 juta meter kubik. Artinya volumennya masih sangat rendah jika akan terjadi erupsi. Jika dibandingkan dengan erupsi 2017 lalu, volume magma di Gunung Agung mencapai 60 juta meter kubik.

“Untuk sampai saat ini kondisinya da tekanan di bawah 1 juta meter kubik dan volumenya relatif rendah,” katanya.
Hal ini menurutnya bagian dari dinamikan Gunung Api di manapun. Ada pasokan energi akan ditabung. Kemudian ketika pasokannya sudah cukup besar maka akan terjadi erupsi.

“Kalau sekarang gempa vulkaniknya juga tak banyak bahkan tidak ada. Memang sekarang stagnan jadi potensi erupsi tetap ada karena nabung,” jelasnya.

Untuk saat ini potensi erupsi sangat kecil. Kalaupun terjadi radiusnya masih akan di sekitar 4 kilometer dari puncak gunung.

“Kalau misalnya gunungnya tenang bukan berarti dia bersiap untuk erupsi besar. Bukan berarti juga kosong karena tetap ada tabungannya,” katanya. (YAN/INI Network)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here