Oleh: Syamsul Alam/Andi Amriani / Yuliawan A

Poskaltim.com, Makassar – Kerusuhan yang berakar dari ulah mahasiswa Papua yang tidak menaikan bendera merah putih saat Hari Kemerdekaan RI Ke-74, terus merebak di beberapa daerah. Bahkan, di Makassar, mahasiswa Papua terlibat kericuhan dengan massa tak dikenal di Jalan Lanto Dg Pasewang, Senin (19/8/19) petang. Kericuhan diwarnai dengan saling lempar batu hingga senjata tajam berupa busur. Kericuhan ini membuat warga panik dan resah.

Hasil pantauan di lokasi, terlihat batu berhamburan. Beruntung, kericuhan ini tidak berlangsung lama dengan adanya personel kepolisian yang diterjunkan di lokasi kejadian. Di lokasi, ratusan personel menjaga ketat dengan mobil Baracuda. Namun, tak sedikit warga yang mendekati lokasi kejadian.

Terkait peristiwa ini, Gubernur Sulawesi Selatan, Nurdin Abdullah, menjamin keamanan bagi seluruh mahasiswa dan warga Papua yang ada di Sulsel, dan khususnya di Kota Makassar. Ia sangat menyesalkan adanya peristiwa penyerangan Asrama Papua di Jalan Lanto Deng Pasewang, Makassar oleh oknum-oknum tak bertanggung jawab.

“Saya sesalkan kejadian ini. Insyaallah pemerintah dan pihak keamanan, Pak Kapolda, Kapolrestabes, akan jamin keamanan sekarang dan seterusnya,” tegas Nurdin Abdullah, yang langsung menemui mahasiswa dan masyarakat Papua, di Asrama Papua, begitu mendengar adanya kejadian tersebut.

Gubernur berharap, seluruh warga dan mahasiswa Papua yang ada di Sulsel, tetap tinggal di rumah dan asrama masing-masing, dan akan dijaga ketat oleh pihak keamanan. “Tetap tinggal disini, kita akan jaga full. Asrama-asrama mahasiswa yang lain juga kita jaga. Tidak usah tinggalkan asrama, saya yakin pihak keamanan akan menjaga sambil kita menenangkan teman-teman yang lain, supaya kejadian ini tidak terulang lagi,” pesannya.

Nurdin Abdullah berjanji, akan menyelesaikan semua kerusakan di Asrama Mahasiswa Papua, akibat insiden tersebut. Ia juga berharap agar semua warga dan mahasiswa Papua di Sulsel tetap tenang. Dia juga menyampaikan permintaan maaf atas insiden yang terjadi di Asrama Mahasiswa Papua tersebut.

“Maafkan kami semua,” ucapnya.(YAN/INI Network)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here