Oleh : Yuliawan A

Poskaltim.com, Samarinda – Tak ingin hanya mendapatkan laporan tentang kondisi kebakaran hutan dan lahan di Kaltim, Gubernur Kaltim Isran Noor didampingi Panglima Kodam VI Mulawarman Mayor Jenderal TNI Subiyanto dan Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Kaltim, Inspektur Jenderal Pol. Priyo Widyanto meninjau beberapa titik kebakaran hutan dan lahan melalui udara.

Helikopter jenis EC 155-BI yang membawa rombongan take off dari Bandar Udara Aji Pangeran Tumenggung Pranoto (APT Pranoto) Samarinda, langsung menuju Kecamatan Tabang, Kabupaten Kutai Kartanegara yang memang banyak terdapat perkebunan kelapa sawit.

“Disini kami juga melihat kebun perusahaan yang telah ada tanaman kelapa sawitnya juga terbakar, mungkin lahannya gambut. Kan tidak mungkin perusahaan membakar kebunnya sendiri. Kita sudah berkoordinasi untuk segera ditangani,” ucap saat pertemuan dan makan siang di Kecamatan Tabang.

Setelah itu, rombongan bertolak meninjau Desa Senyiur di Kecamatan Muara Ancalong, Kabupaten Kutai Timur, untuk melihat karhutla yang sempat terpantau banyak titik panas beberapa waktu lalu. Di dua kabupaten ini memang memiliki potensi karhutla yang cukup tinggi, bersama dengan Kabupaten Berau, ketimbang pada kabupaten lain di Kaltim.

“Kawasan terlapor yang mengalami karhutla memang ada tetapi tidak seperti yang diberitakan media selama ini telah terjadi peningkatan karhutla yang luar biasa. (Kebakaran) hanya terjadi di Kecamatan Tabang, Kabupaten Kutai Kartanegara dan sebagian di Kabupaten Kutai Timur, itupun tidak parah” ujarnya di ruang VIP Bandara APT Pranoto, Rabu siang (25/9) usai peninjauan.

Gubernur Kaltim Isran Noor mengakui terdapat beberapa titik-titik api namun tidak sebesar yang diberitakan oleh media massa. Titik api inipun berada jauh dari pemukiman penduduk dan tanahnya memiliki tekstur gambut.

Dijelaskannya, tampak dari udara kebakaran jauh dari pemukiman penduduk. Sehingga menurut gubernur sulit kalau dikatakan sengaja dibakar karena letaknya jauh sekali dari pemukiman penduduk. Ia memperkirakan, kemungkinan lahan yang terbakar adalah gambut.

Pemprov Kaltim, ujarnya akan bekerjasama dengan TNI dan Polri yang ada di Komando Distrik Militer (Kodim) dan Kepolisian Sektor (Polsek) setempat untuk bersama-sama menangani kebakaran di kawasan masing-masing.

“Kami, saya dan Panglima dan Kapolda bersama-sama memberikan instruksi memang karhutla ini menjadi tugas dan tanggungjawab kami sebagai kepala daerah untuk itu kami akan bersama-sama memadamkannya sesuai dengan instruksi (pemerintah) pusat,” ucapnya.(YAN)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here