Air kelapa kemasan yang diproduksi Provinsi Gorontalo, berhasil memanfaatkan kekayaan alam yang dimiliki.

Oleh: Arif S/ yuliawan A

Poskaltim.com, Gorontalo – Provinsi Gorontalo membuat bangga karena provinsi yang kaya akan pohon kelapa ini berhasil memproduksi air kelapa dalam kemasan.

“Saya bangga. Kelapa kita mulai diolah menjadi produk jadi, sehingga tidak lagi dipasarkan dalam bentuk kelapa butir (raw material) yang harga jualnya lebih rendah,” ujar Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Gorontalo, Darda Daraba, di Gorontalo, Jumat (25/10).

Nama produk itu Yama Coco. Ini merupakan minuman kemasan dari air kelapa yang diolah PT Tri Jaya Tangguh, Gorontalo.

Jika hanya menjual kelapa butir, tentu air kelapa pun ikut terjual dengan harga sangat murah. Namun tatkala menjual dalam bentuk minuman kemasan, harganya bisa menjadi sangat tinggi.

“Belum lagi daging kelapa, tempurung dan bagian-bagian lainnya yang jika diolah akan bernilai ekonomis tinggi,” ujar sekda. Ia mengaku bangga produk olahan kelapa Gorontalo, di antaranya tepung kelapa, sudah mampu menembus pasar Asia Tenggara dan Eropa.

“Ini suatu kebanggaan dan patut menjadi penyemangat bagi petani Gorontalo untuk meningkatkan produksi kelapa,” ujarnya. Sekda pun mulai mengajak aparaturnya untuk ikut mencintai dan mempopulerkan minuman kemasan air kelapa Yama Coco untuk disajikan kepada para tamu yang berkunjung di Gorontalo.

“Mulai dari ruangan pejabat hingga menjadi minuman favorit keluarga. Apalagi air kelapa tentu banyak manfaatnya,” ujar Sekda. Ia berharap cara itu akan cepat mempopulerkan produk olahan kelapa khas Gorontalo agar lekas dikenal Nusantara dan diminati konsumen lokal hingga pasar mancanegara.

Potensi lahan kelapa di Gorontalo mencapai 68 ribu hektare. Tahun 2018 lalu produksi komoditas tersebut mencapai 55 ribu ton.

Artinya, kata Darda, produksi kelapa perlu terus digenjot. Di antaranya melalui upaya pengembangan tanaman kelapa dengan peremajaan, termasuk pola kerja sama. (YAN/INI Network)