Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Effendy bersama siswa sekolah taman kanak-kanak di Kecamatan Salahutu, Pulau Ambon, Kabupaten Maluku Tengah, yang terdampak gempa bermagnitudo 6,5 pada (26/9). Foto: Antara.

Oleh: Azhar AP / Yuliawan A

Poskaltim.com, Ambon – Gempa bumi dengan magnitudo 4,1 pada Senin (7/10), pukul 10.21 WIT, membuat para aparatur sipil negara (ASN) di kantor Gubernur Maluku, di Ambon, berhamburan berlari keluar gedung.

Wagub Maluku Barnabas Orno juga sempat keluar dari ruangan kerjanya. Dia juga mengingatkan para staf agar keluar akibat gempa dengan lokasi di 3,45 Lintang Selatan dan 128.31 Bujur Timur tersebut.

Para ASN, terutama perempuan berlarian memanfaatkan lift maupun tangga di ruangan mulai lantai tiga hingga enam. Mereka berkumpul di halaman belakang kantor Gubernur Maluku menghindar karena khawatir gempa susulan.

Gedung juga dikhawatirkan roboh karena sudah retak akibat guncangan magnitudo 6,5 sebelumnya pada 26 September 2019. Bahkan Kesbangpol yang berada di lantai lima pindah ke bekas ruangan Korpri di lantai dua.

Guncangan gempa magnitudo 4,1 pada Senin pagi juga membuat panik staf BPK. Staf yang berada di lantai enam pindah ke ruangan Inspektorat Maluku di lantai dasar.

“Siapa yang tidak ingin menyelamatkan diri dengan gedung berlantai tujuh yang sejumlah dinding telah retak. Apalagi guncangan terasa sangat kuat,” ujar salah seorang ASN.

Sejumlah ASN juga berlarian ke sekolah-sekolah untuk mengamankan anak-anak mereka. Di antaranya, memanfaatkan sepeda motor dan mobil pribadi, dinas maupun sewa.

“Anak saya telpon minta dijemput karena takut diguncang gempa,” ujar ASN bernama Merry.

Sebelumnya, Penjabat Sekda Maluku, Kasrul Selang mengatakan, Tim dari Pusat Penelitian Pengembangan (Puslitbang) Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) telah melakukan pengujian kelayakan sejumlah gedung paska gempa magnitudo 6,8 yang menguncang Kota Ambon serta kabupaten Maluku Tengah maupun Seram Bagian Barat (SBB) pada 26 September 2019.

Tim yang didampingi Penjabat Kadis Perumahan dan Kawasan Pemukiman (PKP) Maluku, Muhammad Marasabessy telah melakukan pengujian kelayakan kantor Gubenrur dari lantai I hingga VII.

Selain itu, sejumlah gedung di Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Ambon dan RSU dr.Ishak Umarella di desa Tulehu, kecamatan Salahutu, pulau Ambon, kabupaten Maluku Tengah.

“Kami mengharapkan paling terlambat pada pekan ini telah menerima hasil pengujian kelayakan sebagai dasar bagi Gubernur Maluku, Murade Ismail mengajukan laporan, sekaligus bantuan anggaran dari pemerintah pusat untuk penanganan gedung – gedung tersebut,” ujar Kasrul.

Penjabat Kadis PKP Maluku, Muhammad Marasabessy menjelaskan kegiatan yang dilakukan tim Puslitbang Kementerian PUPR ini untuk melihat tingkat kerusakan dan kelayakan bangunan.

“Mereka akan melihat kemudian menentukan, apakah gedung ini layak untuk digunakan atau tidak,” katanya. (YAN/INI Network)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here