Tercatat empat orang meninggal dunia secara tidak langsung akibat gempa dan 200 rumah terdata rusak. Masyarakat masih waspada dengan genpa susulan.

Oleh: Tom Lazuardi / Yuliawan A

Poskaltim.com, Pandeglang – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) merilis empat korban meninggal dan 200 rumah rusak akibat gempa magnitudo 6,9 yang berpusat di Banten, Jumat sore (2/8).

“Kami monitor dari jam ke jam, laporan kerusakan mengalami peningkatan. Data terakhir, 200 bangunan rusak berat, ringan, dan sedang. Sejauh ini dua orang meninggal. Tidak langsung karena gempa, tapi akibat gagal jantung dan kelelahan,” kata Kepala BNPB, Letjen Doni Monardo, di Pandeglang, Sabtu (3/8), dilansir Antara.

Sebagian penduduk masih mengungsi dan sebagian lainnya sudah berani pulang ke tempat tinggal masing-masing. Warga Desa Ujunggenteng dan Pangumbahan, di sekitar Pantai Ujunggenteng, Kabupaten Sukabumi, mengungsi ke dataran tinggi pascagempa.

“Beberapa saat setelah gempa, Muspika Ciracap mengevakuasi warga di dua desa ke tempat yang lebih aman dan posisinya di dataran tinggi,” kata Camat Ciracap, Asep Mulyadi, Sabtu.

Warga di dua desa tersebut sempat panik karena berada dekat pesisir pantai, dan wilayah Ujunggenteng masuk daerah berstatus waspada tsunami.

Sebagian warga sudah meninggalkan lokasi pengungsian di aula desa. Ibu-ibu dan anak-anak menginap sementara di aula desa, para pria dewasa memilih berjaga di rumah masing-masing guna antisipasi orang yang memanfaatkan situasi untuk kepentingan sendiri.

Sementara, gempa susulan terasa beberapa kali. Antara lain gempa magnitudo 4,4 terasa di Sukabumi usai guncangan besar gempa di Sumur, Banten, dengan magnitudo 6,9. Gempa susulan yang berpusat di wilayah Sukabumi dirasakan warga cukup kencang.

“Getarannya cukup kencang, durasinya lama, sehingga membuat kami takut masuk rumah,” kata Ida Farida warga Kelurahan Kebonjati, Kota Sukabumi.

BPBD Kabupaten Sukabumi mencatat 26 unit rumah rusak akibat gempa Jumat. “Jumlah rumah rusak ini kemungkinan masih bertambah. Relawan dan petugas BPBD masih melakukan pendataan di lokasi terdampak,” kata Kepala Pusat Pengendalian Operasi BPBD Kabupaten Sukabumi, Daeng Sutisna.(YAN/INI Network)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here