Dinas Kependudukan, Pemperdayaan Perempua dan Perlindungan Anak (DKP3A) Kaltim melaksanakan peningkatan kapasitas SDM bagi pengemuadi ojek online (Ojol)

Oleh: Yuliawan A

Poskaltim.com, Samarinda — Menciptakan layanan jasa transportasi yang ramah terhadap anak, perempuan dan para disabilitas, Dinas Kependudukan, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DKP3A) Kaltim melaksanakan peningkatan kapasitas SDM bagi pengemudi ojek online (Ojol).

Kepala Dinas KP3A Kaltim, Halda Arsyad mengatakan perempuan dan anak merupakan kelompok yang paling rentan terhadap sistem transportasi dan kekerasan seksual. Hal ini terbukti dari data kecelakaan yang menelan korban jiwa 65 persen diantaranya korban tewas dari kelompok pejalan kaki yaitu perempuan dan anak.

“Dengan kebutuhan ruang terbuka yang cukup aman dan nyaman bagi anak-anak, perempuan dan difabel, saat ini lebih mirip seperti kebutuhan akan barang mewah. Sangat mahal dan sulit diperoleh, terlebih di kota-kota besar,” ujarnya Selasa (29/10).

Dipilihnya transportasi ojek daring menjadi salah satu upaya strategis untuk menciptakan transportasi kota yang ramah anak, karena korban kekerasan dan pelecehan seksual yang dialami perempuan dan anak, sering terjadi dan melibatkan pengemudi ojek daring dan driver angkutan jalan.

Halda menyampaikan, kebutuhan terhadap keberadaan sistem transportasi yang ramah bagi anak, perempuan dan difabel merupakan salah satu upaya untuk memenuhi kebutuhan dasar mereka yaitu kebutuhan akan ruang terbuka untuk melakukan berbagai aktivitas.

Halda melanjutkan, dari data aplikasi Sistem Informasi Online (simfoni) DKP3A Kaltim. Hingga bulan Oktober, Kota Samarinda menempati urutan pertama dalam kekerasan kekerasan terhadap anak dan perempuan. Korban anak berjumlah 210 yang terdiri dari korban laki dewasa 1 orang, perempuan dewasa 78 orang, korban anak laki-laki 49 serta dan anak perempuan berjumlah 82 orang.

“Sementara tahun 2018 korban mencapai 162 orang, turun dibanding tahun 2017 korban mencapai 422 orang,” katanya.

Dengan adanya kegiatan ini, Halda berharap semua pihak dapat meningkatkan pemahaman, kepedulian dan kepekaan seluruh lapisan masyarakat serta komunitas ojol dapat menjadi agen pelopor dan pelapor kekerasan terhadap anak, perempuan dan disabilitas.(YAN)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here