Kapal feri tujuan Kabupaten Mamuju, Sulawesi Barat yang mengalami peningkatan penumpang mencapai 50 persen jika dibandingkan hari biasanya.

Oleh: Andrie Aprianto

Poskaltim.com, Balikpapan -– Kementrian Perhubungan (Kemenhub) melalui Badan Litbang Perhubungannya meninjau sejumlah lokasi pelabuhan yang mengalami peningkatan jumlah penumpangnya pada arus mudik Lebaran 2019 kali ini.

Di Balikpapan Kepala Badan Litbang Perhubungan Kemenhub, Sugihardjo memantau kondisi pelabuhan feri Kariangau, Balikpapan Utara khususnya tujuan Kabupaten Mamuju, Sulawesi Barat yang mengalami peningkatan penumpang mencapai 50 persen jika dibandingkan hari biasanya.

Dari pantauan pada hingga H-2 atau Senin (3/6) siang, masih banyak penumpang yang belum bisa berangkat menggunakan kapal feri tujuan Mamuju ini. Hal itu dikarenakan terbatasnya jumlah penumpang yang dapat diangkut.

“Sampai saat ini kan H-2 sudah ternyata masih banyak yang belum bisa berangkat. Ini karena kuota kapal kan terbatas sesuai dengan alat keselamatannya. Ini kita lagi diskusi untuk mencari solusi agar orang bisa terangkut dulu,” ujarnya disela-sela meninjau warga pemudik di ruang tunggu.

Kepala Badan Litbang Kementerian Perhubungan Sugihardjo
Lanjut Sugihardjo, adapun solusi yang akan diberikan adalah dengan mengurangi jumlah kuota kendaraan di dalam lambung kapal dan menambah kuota penumpangnya.

Saat ini setiap kapal feri rata-rata dapat mengangkut 35 kendaraan roda empat, dan sekitar 500 orang penumpang. Apabila dikurangi nantinya hanya boleh mengangkut 15 unit kendaraan saja.

“Kita mau atur kuota kendaraan roda empatnya dulu. Rata-ratakan kapal ini muatnya 35 unit, saya minta oprator kapal untuk kurangi jadi 15 aja. Sisanya untuk memuat orang, jadi kuota orang bisa ditambahkan,” tuturnya.

Saat disinggung soal alat keselamatan jika menambah kuota orang, Sugihardjo menjelaskan pihaknya juga akan menambah alat keselamatan yang ada, seperti life jacket.

“Tentunya kalo tambah penumpang ya kita akan tambah juga alat keselamatannya dong. Pokoknya keselamatan itu yang utama,” jelasnya.

Selain mengurangi kuota kendaraan, dirinya juga telah meminta izin kepada Kemenhub untuk meminta bantuan satu unit kapal feri lagi dari Kabupaten Mamjuju atau Kota Samarinda, untuk mengakomodir penumpang yang belum terangkut saat ini.

“Saya juga sudah telepon pak mentri minta izin penambahan armada feri. Kita mintakan dari Mamujunya juga dan yang terdekat dari Samarinda. Insya Allah sore ini sudah bisa ada kepastian lah ya,” ujarnya.(AND/YAN)

1 COMMENT

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here