Oleh: Rudi Hasan / Yuliawan A

Poskaltim.com, Jakarta – Juru Bicara KPK, Febri Diansyah mengatakan, Komisi Pemberantasan Korupsi menerima banyak ungkapan kekhawatiran dari masyarakat jika lembaga antirasuah itu benar-benar berhenti bekerja.

Namun Febri menyebut pihaknya akan tetap bekerja. “Kami akan tetap berupaya menjalankan tugas sebaik-baiknya. Meskipun tidak mudah, tapi hal tersebut kami sadari sebagai amanat yang harus dijalankan,” kata dia di Jakarta, Senin (16/9).

Dia menyatakan penyerahan tanggung jawab pada presiden bukan berarti menghentikan tugas pemberantasan korupsi. Sebab, yang dimaksud pimpinan KPK adalah pemahaman mengenai presiden sebagai pemimpin tinggi negara, termasuk dalam pemberantasan korupsi.
“Dalam posisi presiden sebagai kepala negara itulah KPK menyerahkan nasib lembaga ini ke depan kepada presiden,” ujar dia.

Saat ini, KPK dalam posisi menunggu langkah signifikan presiden. Pihaknya akan menghormati presiden sebagai panglima tertinggi pemberantasan korupsi.

Menurut Febri, hal itu terjadi di mana pun di dunia. Karena, tidak mungkin pemberantasan korupsi akan berhasil tanpa komitmen dan tanggung jawab kepala negara.

KPK dan semua elemen, kata dia, berharap upaya pemberantasan korupsi tetap berjalan lurus. Hal ini hanya bisa dilakukan jika semua punya komitmen yang sama.

“Oleh karena itulah, rasanya tidak berlebihan jika kita menggugah kembali pemimpin menitipkan harapan penyelamatan pemberantasan korupsi ke depan. Dalam konteks itulah KPK menyerahkan nasib KPK pada presiden selaku kepala negara,” tutur dia.

“Dan tentu saja kami menyadari pelayanan KPK pada masyarakat tetap harus berjalan. Pelaksanaan tugas KPK tidak boleh berhenti di saat para pelaku korupsi mungkin masih berkeliaran di luar sana,” ucap Febri. (YAN/INI Network)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here