Oleh : Yuliawan A

Poskaltim.com, Samarinda – Penyelenggaraan Erau Adat Kesultanan Kutai Kartanegara dinilai merupakan suatu tradisi yang sakral dan harus tetap dijaga dalam upaya melestarikan adat istiadat dan kekayaan budaya Kutai Kartanegara, serta Kaltim pada umumnya.

“Penyelenggaraan Erau Adat Kesultanan Kutai Kartanegara yang pertama kalinya dilaksanakan Kesultanan Kutai Kartanegara, saya kira sangat penting, dimana nilai-nilai sakralnya lebih terangkat, dan menjadi momentum dalam upaya menyukseskan tahun kunjungan wisata di Kaltim 2019,” ujar Gubernur Kaltim Isran Noor, di Samarinda, Senin (9/9).

Isran Noor menambahkan, sudah seharusnya dan menjadi kewajiban bersama untuk melestarikan dan mewariskan nilai-nilai seni budaya Erau kepada generasi sekarang, agar tetap terjaga, tetap lestari dan dihargai oleh bangsa sendiri maupun bangsa lain di dunia.

“Adat istiadat dan budaya bukan sebuah aqidah, tetapi ini adat istiadat dan tradisi yang harus kita pelihara dan dijaga sebagai khasanah budaya nusantara kita salah satunya, ketika seluruh adat istiadat dipelihara diseluruh nusantara, maka wajib bagi kita untuk menjaga dan memelihara adat istiadat yang ada di Kaltim,” ujarnya.
Selain itu, lanjut Isran, bukan hanya adat istiadat dari Kaltim, tetapi juga adat istiadat yang berasal dari seluruh nusantara , wajib dijaga, dilestarikan dan dikembangkan, sehingga tidak sirna oleh perkembangan jaman dan teknologi.

“Jadi Kaltim adalah yang terbuka terhadap berbagai kulturasi dari berbagai daerah di seluruh nusantara, orang Kutai sejak dulu tidak pernah menolak kedatangan maupun budaya dari seluruh nusantara, semuanya diterima dengan lapang dada, itulah budaya Kutai, itulah sebabnya Kaltim khususnya Kutai Kartanegara serta daerah lainnya sebagai penyumbang, pendukung kontributor dalam persatuan dan kesatuan bangsa,” papar Isran Noor.

Dalam pembukan Erau Adat Kutai tahun 2019 pada Minggu (8/9), Sultan Kutai Kartanegara Ing Martadipura ke-21 Sultan Adji Muhmmad Arifin mengatakan Erau Adat Kutai Kartanegara merupakan pesta rakyat, sehingga rakyat diberikan kebebasan untuk bisa menikmati berbagai seni dan budaya yang ada, termasuk bagaimana rakyat bisa mempergunakan momentum ini untuk dapat meningkatkan perekonomiannya dengan berjualan berbagai jenis kerajinan maupun jajanan kuliner saat pelaksanaan Erau.(YAN)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here