Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) menilai Taruna Akmil Enzo Zenz Allie yang dituding terpapar radikalisme memiliki hak yang sama untuk menjadi taruna akademi TNI

Oleh: Muhajir / Yuliawan A

Poskaltim.com, Jakarta – Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) menilai Taruna Akmil Enzo Zenz Allie yang dituding terpapar radikalisme memiliki hak yang sama untuk menjadi taruna akademi TNI. Dalam undang-undang, semua warga negara memiliki hak sama, tidam ada perbedaan.

Hal ini ditegaskan oleh Deputi Pembinaan Pemuda Kemenpora, Asrorun Niam, di Jakarta, Sabtu (10/8), yang mengatakan bahwa Enzo memiliki hak yang sama untuk berpartisipasi dalam bela Negara.

Dia mengatakan, anak muda Indonesia bisa mengaktualisasi peran sebagai warga negara lewat olahraga ataupun wirausaha. Terlepas dari itu harapan ke depan adalah harapan anak muda.

Menurut dia, pemerintah harus memikirkan bagaimana agar anak muda saat ini terpenuhi haknya dan teraktualkan potensinya secara baik. Selain itu, anak muda memiliki ketahanan yang cukup selama kehidupan berbangsa dan bernegara, termasuk ketahanan ideologi.

Di era serba digital inu, sangat penting melakukan langkah-langkah klarifikasi dalam memperoleh informasi yang benar. Isu yang menimpa Enzo, bisa jadi benar dan bisa jadi salah.

“Perlu ada verifikasi di tengah masyarakat yang tumbuh di era digital seperti ini. Bisa jadi benar masa lampau kemudian ada komitmen untuk memperbaiki. Bisa jadi tidak benar,” katanya.

Terkait hal ini, Kepala Staf TNI Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI, Andika Perkasa, menjelaskan alasan Enzo Zenz Allie dinyatakan lolos seleksi calon prajurit taruna akademi TNI. Dia meminta agar tidak berpretensi dengan mengedepankan praduga tidak bersalah.

“Kita tidak melihat orang tua (dari Enzo) atau siapa, tetapi yang penting dirinya,” kata Andika di Yogyakarta, Jumat (9/8).

Dalam pemeriksaan parameter tes yang kami lakukan, Enzo lolos. Setelah itu akan ada pendalaman, tapi tak hanya dilakukan kepada Enzo, semua peserta akan diperlakukan sama.

Pendidikan yang akan ditempuh calon prajurit taruna di Akmil adalah empat tahun. Maka sebenarnya masih banyak waktu bagi lingkup internal TNI untuk mengukur kemampuan dan integritas calon prajurit tersebut.(YAN/INI Network)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here