Anggota DPD, Fahira Idris, memandang pemindahan Ibu Kota untuk saat ini bukan keputusan bijak. Mengingat ekonomi Indonesia saat ini masih sulit.

Oleh: Muhajir / Yuliawan A

Poskaltim.com, Jakarta – Presiden Joko Widodo (Jokowi), melalui Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) menyatakan Ibu Kota akan pindah ke Kalimantan. Jokowi ingin pemindahan Ibu Kota tak hanya wacana, tapi segera direalisasikan.

Anggota DPD, Fahira Idris, memandang pemindahan Ibu Kota untuk saat ini bukan keputusan bijak. Mengingat ekonomi Indonesia saat ini masih sulit.

Menurut dia, seharusnya pemerintah memprioritaskan sumber dayanya untuk memperbaiki kinerja ekonomi. Terutama kinerja neraca perdagangan yang begitu mengkhawatirkan.

“Pemindahan Ibu Kota, hemat saya, bukanlah prioritas karena belum mendesak. Ditambah ekonomi kita yang saat ini yang sedang sulit. Semua kinerja perdagangan kita tengah letih, lesu, dan lemah,” ujar anggota DPD RI, Fahira Idris, Selasa (30/7).

Sebenarnya rak menunggu keseriusan dan gebrakan besar presiden di bidang ekonomi. Tetapi, malah yang terdengar keseriusan presiden untuk pindahkan Ibu Kota.

Dalam pandangan Fahira, pemindahan ibukota akan berpengaruh pada fokus pemerintah dalam mengejar target pertumbuhan ekonomi yang terus meleset. Terlebih lagi proses pemindahan ibu kota pasti akan menggunakan sebagian dana dari APBN.

Pemerintah kan harus ‘memutar otak’ bagaimana mendapatkan dana sekitar Rp 400-an triliun untuk memindahkan ibu kota, karena mengharapkan APBN tidak akan mungkin. Mendapatkan dana ini butuh sumber daya yang luar biasa.

Sementara, masih banyak persoalan lain yang harus segera diselesaikan oleh pemerintah saat ini yang juga membutuhkan pembiayaan yang tidak sedikit. Dia menilai Jakarta masih mampu menjalankan fungsinya sebagai pusat pemerintahan.

Hal itu bisa dilihat dalam dua tahun terakhir, wajah Jakarta sudah lebih baik. Terutama dalam kinerja ekonomi, integrasi transportasi publik, penataan berbagai fasilitas umum, kependudukan dan penanganan banjir.

Maka itu, Fahira menegaskan, tidak ada sisi urgensi bahwa ibu kota harus dipindahkan dari Jakarta pada saat ini. Lebih baik pemerintah fokus menyelesaikan berbagai persoalan bangsa ini, terutama terkait kesehatan, pendidikan, ketimpangan ekonomi yang semakin nyata, dan banyak persoalan pelik lainnya.

“Pemindahan Ibu Kota itu butuh energi besar dan saya khawatir semua sumber daya kita tercurah ke sana,” kata Fahira. (YAN/INI Network)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here