Ekonom Universitas Gunadarma, Mega Oktaviany

Oleh: Suandri Ansah / Yuliawan A

Poskaltim.com, Jakarta — Kondisi perekonomian global sedang diliputi ketidakpastian karena perang dagang dan gejolak geopolitik. Hal ini juga akan berdampak pada perekomonian Indonesia. Dirinya bahkan memprediksi pertumbuhan ekonomi Indonesia tidak lebih dari 5 persen.

Hal ini dikatakan oleh Ekonom Universitas Gunadarma, Mega Oktaviany yang menurutnya kondisi ini akan berdampak signifikan pada situasi ekonomi dalam negeri.

“Perang dagang antara Amerika Serikat dengan China tidak kunjung selesai menimbulkan kekacauan keuangan dan perekonomian di berbagai negara-negara di dunia, seperti Jepang, Korea Selatan, India, Brazil, dan beberapa negara di Eropa, termasuk di Indonesia,” ujar dosen Ekonomi Islam Universitas Gunadarma ini kepada Indonesiainside.id.

Mega mengatakan, menumbuhkan perekonomian Indonesia saat ini akan masih sulit. Dia memprediksi pertumbuhan ekonomi tak akan lebih dari angka 5 persen.

“Kinerja perdagangan 2018-2019 masih alami defisit transaksi berjalan. Untungnya konsumsi domestik masih terjaga baik, sehingga mampu menopang pertumbuhan ekonomi 5 persen tersebut,” jelas dia.

Ketua Majelis Pimpinan Pusat Korps Alumni Forum Silaturrahim Studi Ekonomi Islam (MPP KA-FoSSEI) ini memaparkan, faktor internal juga turut berkontribusi terhadap perlambatan ekonomi dalam negeri. Pengelolaan ekonomi masih belum efisien.

“BUMN yang mengalami banyak devisit dan kerugian, sementara di sisi lain kebutuhan dan pembangunan semakin meningkat dan ditambah utang luar negeri yang melampaui rasional anggaran belanja,” jelas dia. (YAN/INI Network)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here