Didik menyebut, Gojek memang bagus sebagai peluang kerja yang out of the box. Sayangnya, menurut Didik, perusahaan transportasi daring semacam Gojek hanya mengincar profit namun tak menumbuhkan kualitas pekerja Indonesia.

Oleh: Suandri Ansah / Yuliawan A

Poskaltim.com, Jakarta — Ekonom senior Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Didik J Rahmadi mengatakan Mendikbud Nadiem Makarim adalah menteri yang penuh kehebohan.

Ia merujuk kepada usahanya di masa lalu ketika menciptakan platform transportasi daring, Gojek.

Didik menyebut, Gojek memang bagus sebagai peluang kerja yang out of the box. Sayangnya, menurut Didik, perusahaan transportasi daring semacam Gojek hanya mengincar profit namun tak menumbuhkan kualitas pekerja Indonesia.

“Nadiem adalah menteri yang heboh. Saya tunjukkan fakta bahwa gojek adalah berkah sebagai peluang kerja yang sangat besar, tetapi sebagai tempat penampungan tenaga kerja berkualitas rendah,” kata dia di Jakarta, Ahad (10/11).

Didik menjelaskan, kelompok pekerja Gojek dan semacamnya tergolong setengah pengangguran, produktivitasnya rendah, kualitas pekerjaan juga rendah dan upah yang rendah pula. Menjadi pengojek selama puluhan tahun dengan kapasitas seperti itu akan tetap kualitasnya tidak akan naik dan abadi menjadi pekerja informal yang rendah produktivitasnya.

“Tenaga kerja tidak berkualitas seperti ini harus diubah menjadi tenaga kerja berkualitas. Jika tidak maka visi presiden jauh panggang dari api,” papar Didik.

Dia memperkirakan, kelompok pekerja yang disebut mitra Gojek dan sejenisnya tidak akan mengubah struktur ekonomi nasional sampai tiga dekade ke depan jika tidak ada kebijakan yang kualitatif. Gojek selamanya hanya akan menjadi tempat penampung tenaga kerja tidak berketrampilan.

“Kritik publik menjadi gampang terhadap menteri Nadiem. Di tempatnya sendiri Nadiem tidak bisa mengubah SDM menjadi berkualitas yang jumlahnya hanya ribuan. Bagaimana bisa di tingkat nasional bisa mengubah puluhan juga orang berketrampilan rendah menjadi SDM berkualitas, seperti visa presiden?” kata dia. (YAN/INI Network)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here