Pedagang durian yang biasa menjajakan durian dengan kendaraan, kini lebih sering terlihat menjual durian jenis Durian melak yang rasa dan kualitas isinya sangat memuaskan.

Oleh : Yuliawan A

Poskaltim.com, Samarinda – Musim buah-buahan di Kaltim mulai berlangsung dan puncaknya diperkirakan akan terjadi panen raya sekitar pertengahan September mendatang.

Di Samarinda, masyarakat sudah mudah menemukan buah-buahan musiman seperti rambutan, manggis, langsat (sejenis duku), cempedak dan si raja buah durian.

Satu jenis durian yang sudah sangat terkenal apabila musim buah tiba adalah Durian melak. Jenis durian ini mengacu pada nama asal durian dari Kecamatan Melak, di hulu Sungai Mahakam, yang berjarak sekitar 8-9 jam berkendaraan roda empat atau sekitar 22 jam jika menggunakan kapal sungai.

Durian melak ini memang bukan durian jatuhan, karena para pengepul memetik seluruh durian yang telah tua dan matang pohon untuk dibawa di perjalanan. Sehingga, ketika dijual di Samarinda, tingkat kematangannya telah tercapai.

Buah berduri dari daerah inipun memiliki ciri yang berbeda dari tempat lainnya. Mulai dari bentuk buah, aroma dan rasa daging buah yang lembut bak mentega. Beberapa jenis duriannya ada buaya, mawar dan si manis.

Ketika tiba di Samarinda, harganya pun bervariatif, mulai dari Rp50.000 untuk ukuran sebesar kepala manusia, hingga Rp200.000 per butir untuk ukuran durian buaya. Meskipun harganya masih cukup mahal, namun warga cukup banyak yang memborongnya. Bahkan hingga puluhan buah. Sehingga membuat para pedagang buah semakin ramai menjual durian ini.

“Ini durian dari Melak kita ambilnya, disana memang murah, tapi kan jauh bawanya delapan jam perjalanan ke Samarinda. Buahnya bagus-bagus jadi lebih senang juga kita jualnya,” ujar Bese Lidia pedagang Durian yang mangkal di daerah Gunung Manggah, kepada Poskaltim, Kamis (1/8).

Namun, Bese sering memperingatkan pembelinya untuk memakan durian melak ini agar tidak terlalu berlebihan, karena tingkat alkoholnya tinggi yang dapat membuat sebagian orang pusing dan mabuk durian.

“Biasa kami kalo orang makan di tempat kami kasih tau juga jangan makan banyak-banyak. Bisa bikin pusing soalnya ini buah, kasian orang yang makan kalau pusing,” tuturnya.

Sementara itu, seorang warga bernama Hermawan, mengaku selalu membeli durian melak, karena dia adalah penikmat buah durian, terutama durian melak ini.

“Enggak tahan saya sama baunya. Kalau udan mencium pasti berhenti. Harus beli pokoknya karena sudah dari dulu saya suka durian. Itu buah surga,” kelakarnya.(YAN)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here