Juru Bicara KPK Febri Diansyah

Oleh: Rudi Hasan / Yuliawan A

Poskaltim.com, Jakarta – Kasus yang menimpa penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan ternyata terus diikuti oleh duni a internasional. Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) merespons langkah Amnesty International Indonesia yang membawa kasus penyiraman air keras terhadap penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan, ke Amerika Serikat.

Juru Bicara KPK Febri Diansyah melihat ada perhatian dunia internasional terhadap kasus tersebut. “Perlu kita pahami di sini berarti kasus Novel sudah jadi perhatian dunia internasional,” kata dia saat dikonfirmasi, Sabtu (27/7).

Menurutnya, perhatian dunia terhadap kasus Novel merupakan hal yang wajar. Pasalnya, di belahan dunia mana pun, dukungan terhadap instansi antikorupsi gencar digaungkan dan pantas dilakukan.

Febri menyebut pembelaan yang datang dari Amnesty International sangat pantas dan harus menjadi standar untuk melindungi pegawai KPK, terutama pembelaan atas HAM Novel. Febri ingin penegakan hukum di Indonesia juga selaras dengan hukum internasional.

Mantan aktivis Indonesia Corruption Watch (ICW) itu juga berkomentar soal tim pencari fakta (TPF) bentukan Kapolri Tito Karnavian yang telah merampungkan tugasnya dalam meneliti kasus Novel. Setelah enam bulan tim itu bekerja, pelaku penyiraman Novel belum terungkap.

Artinya, kata Febri, penegak hukum dalam hal ini kepolisian, perlu mengungkap kasus penyiraman air keras itu. Jangan sampai dunia internasional ikut campur dan malah lebih berperan.

Febri juga menyebut bahwa pengungkapan kasus ini bisa menjadi kesempatan bagi Polri. Jika berhasil menuntaskan pengusutan kasus tersebut, polisi akan dipandang sebagai pembela HAM di Infonesia. “Jadi kita semua berharap kasus ini bisa terungkap,” tuturnya. (YAN/INI Network)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here