Para perempuan diberikan praktek pembuatan sirup buah naga, dodol buah naga dan manisan salak.

Oleh : Yuliawan A

Poskaltim.com, Balikpapan — Dinas Kependudukan Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DKP3A) Kaltim melaksanakan Pembinaan dan Evaluasi Desa Prima Kota Balikpapan, berlangsung di di kantor Lurah Muara Rapak, Selasa (3/9/2019).

Dipilihnya Kelurahan Muara Rapak dan Karang Joang dikarenakan daerah ini masih kurang diberdayakan peran perempuan serta beberapa lokasi yang masih sulit dijangkau.

Kepala Dinas KP3A Kaltim Halda Arsyad mengatakan pengembangan Desa Prima itu tidak hanya menggerakkan perekonomian di desa itu saja, namun mengembangkan peran perempuan dalam peningkatan ekonomi desa tersebut.
Salah satu cara menggerakkan ekonomi desa adalah dengan pengembangan Industri Rumahan (IR) yang merupakan salah satu usaha yang banyak menyerap tenaga kerja perempuan.

Namun, dalam pelaksanaannya, diakuinya belum banyak mendapat dukungan dari pihak terkait. Untuk mengembangkan IR secara efektif dan efisien maka diperlukan peran serta pemerintah dan Pemda dengan tetap memperhatikan aspek perspektif gender dan perlindungan hak anak.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Balikpapan, tingkat kemiskinan di Balikpapan tahun 2018 mencapai 2,6 persen. Meskipun nilai prosentase tersebut kecil namun pemerintah terus menggenjot agar nilai kemiskinannya turun.

Halda berharap dengan kembali diberikannya status desa prima dapat memotivasi masyarakat untuk mengembangkan ekonomi dari keluarga terlebih dahulu. Kaum perempuan diberikan praktek pembuatan sirup buah naga, dodol buah naga dan manisan salak.(YAN)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here