Oleh: Syamsul Alam / Yuliawan A

Poskaltim.com, Makassar – DPRD Sulawesi Selatan memberikan tujuh rekomendasi, salah satunya meminta Mahkamah Agung (MA) memeriksa Gubernur Sulsel Nurdin Abdullah. Nurdin Abdullah atau (NA) dinilai melanggar undang-undang yang mengatur pengangkatan ASN.

Rekomendasi itu disampaikan Pansus Hak Angket DPRD Sulsel terkait pengangkatan 193 aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Provinsi (Pemprov).

“Meminta kepada Mahkamah Agung Republik Indonesia untuk memeriksa mengadili dan memutus daripada dugaan pelanggaran undang undang yang dilakukan oleh gubernur dan wakil gubernur Sulawesi Selatan,”ujar Ketua Pansus Hak Angket, Kadir Halid, saat membacakan rekomendasi pada rapat Paripurna DPRD Sulsel, Jumat (23/8).

Selain itu, Pansus Angket meminta aparat penegak hukum yakni kejaksaan, kepolisian untuk melakukan penyelidikan dugaan tindak pidana. Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) juga diminta memeriksa mantan Bupati Banteng itu.
“Ketiga adalah meminta kepada Menteri Dalam Negeri (Mendagri) untuk melakukan normalisasi sistem manajemen dan tata kelola pemerintahan Sulsel,” kata Kadir.

Poin rekomendasi selanjutnya dari Pansus Angket yakni, meminta kepada Gubernur Sulsel untuk memberhentikan dari jabatannya nama-nama terperiksa yang terbukti melawan hukum dan melakukan perbuatan penyalahgunaan wewenang, pelanggaran prosedur dan substansi.

Mereka adalah Asri Sahrun said, Reza Zharkasyi, Bustanul Arifin, Muh Basri, Sri Wahyuni Nurdin, Taufik Fachruddin, Salim AR.

Selain itu, Pansus Angket meminta Gubernur Sulsel agar melakukan pembubaran Tim Gubernur untuk Percepatan Pembangunan (TGUPP) dan staf khusus gubernur dan wakil gubernur Sulsel.

Kemudian, meminta Gubernur Sulsel agar mengembalikan jabatan pimpinan tinggi pratama (JPT) pada posisi semula yang diberhentikan karena tidak sesuai prosedur dan bertentangan dengan peraturan perundang-undangan.

“Meminta kepada DPRD Sulsel untuk menetapkan pendapat DPRD tentang adanya indikasi pelanggaran UU yang dilakukan Gubernur Sulsel,” jelas Kadir.(YAN/INI Network)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here