DPR Aceh sedang menggodok RUU Poligami sebagai bentuk perlindungan terhadap perempuan karena maraknya nikah siri di Aceh

Oleh: Muhajir / Yuliawan A

Poskaltim.com, Jakarta – Komisi II DPR mengomentari rancangan qanun (perda) Aceh yang mengatur soal poligami. Anggota Komisi II DPR RI F-PAN, Yandri Susanto mengatakan, Aceh memang termasuk salah satu daerah otonomi khusus yang memiliki peraturan tersendiri.

“Masalah poligami itu kan menyangkut masalah syariah. Memang dalam Islam boleh poligami, tapi apakah itu bisa dilegalkan atau tidak tentu perlu kajian,” kata Yandri di Gedung DPR, Jakarta, Senin (8/7).

YAndri menjelaskan, pengkajian itu perlu dilakukan mengingat Indonesia menjadikan UUD 1945 dan Pancasila sebagai dasar hukum. Untuk tindakan lebih lanjut, Komisi II berencana melakukan kunjungan spesifik ke Aceh, atau DPR Aceh bersama gubernur yang diundang datang ke DPR pusat.

Pertemuan DPR Pusat dan DPR Aceh penting dilakukan untuk membahas latar belakang pembentukan qanun poligami itu. “Apa sebenarnya latar belakang atau yang mungkin mengilhami dilegalkannya poligami. Tapi dari sisi Islam itu sah dan diperbolehkan,” ujar Yandri.

Akhir-akhir ini, pemerintah dan Dewan Perwakilan RAkyat Aceh (DPRA) sedang membahas peraturan daerah (qanun) untuk melegalkan poligami. Hal tersebut dikarenakan maraknya nikah siri di Aceh.

Selain itu, banyak kasus laki-laki tidak bertanggung jawab terhadap istri dan anak-anaknya. Qanun tersebut sedang digodok oleh komisi VII DPRA.

Wakil Ketua Komisi VII DPRA, Musannif menjelaskan menyangkut perkawinan, perceraian, harta warisan, dan poligami. Di dalam ketentuan poligami, ia menyebutkan terdapat aturan tentang syarat poligami, salah satunya ada syarat surat izin yang dikeluarkan oleh Mahkamah Syariah.

“Selama ini kan karena diperbolehkan oleh hukum Islam, marak terjadi kawin siri yang kita tahu. Maka, dengan maraknya terjadinya kawin siri ini, pertanggungjawaban kepada Tuhan maupun anak yang dilahirkan ini kan lemah,” kata Musannif, Sabtu (6/7). (YAN/INI Network)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here