Oleh: Muhajir / Yuliawan A

Poskaltim.com, Jakarta – Ribuan mahasiswa lintas kampus menggelar demonstrasi di depan Gedung DPR, Jakarta pada Senin (23/9). Mereka tegas menolak pengesahan Rancangan Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (RKUHP) yang saat tengah dibahas DPR.

Kendati didemo mahasiswa, DPR tetap kekeh agar RUU tersebut segera disahkan. Optimisme itu muncul usai rapat koordinasi antara Presiden Joko Widodo alias Jokowi dan pimpinan DPR membahas penundaan pengesahan RUU KUHP.

Ketua DPR, Bambang Soesatyo (Bamsoet), menyebut RUU belum disahkan lantaran masih ada rapat untuk menyepakati RUU KUHP. Dia mengatakan, pemerintah dan DPR senada dengan jalan tengah yang diambil bahwa perlu ada pendalaman dan sosialisasi.

Intinya, RKUHP tetap akan disahkan, meski ditunda beberapa saat. Terkait nanti cukup atau tidak untuk mengambil keputusan, DPR menyebut tergantung perkembangan. DPR masih akan menggelar tiga rapat paripurna hingga masa jabatan berakhir pada 30 September 2019.

Namun, Bamsoet tak bisa memastikan apakah RUU KUHP akan disahkan dalam pekan ini. “Kalau nggak cukup waktu, nanti kita putuskan di ujung bahwa ini dilanjutkan dengan yang periode berikutnya,” ujar Bamsoet di Gedung DPR,Jakarta, Senin (23/9).

Dia mengatakan, DPR akan mengupayakan agar periode berikutnya bisa selesai sambil sosialisasi. “Saya tetap dalam posisi yang optimis bahwa ini bisa tuntas. Tapi kan sangat bergantung pada dinamika di lapangan,” kata Bamsoet.

DPR juga optimistis polemik RUU KUHP bisa diselesaikan agar dapat disahkan. Bamsoet menyebut, DPR bersama pemerintah pada prinsipnya mempunyai semangat yang sama dalam menyelesaikan polemik RUU KUHP.

“Kita semua punya semangat yang sama, tapi tergantung pada dinamika masyarakat,” kata Bamsoet.

Seperti diketahui, hingga pukul 17.00 WIB, mahasiswa masih bertahan di depan Gedung DPR. Bahkan beberapa kali mereka meminta agar bisa masuk ke Gedung DPR untuk melakukan dialog dengan para anggota dewan.

“Cabut-cabut RUU sekarang juga.. tolak RUU sekarang juga.. Mahasiswa bersatu tak bisa dikalahkan,” teriak massa menolak pengesahan RKUHP.

Mereka berasal dari Jabodetabek. Di antaranya Universitas Indonesia (UI), Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) IMB Bekasi, Atmajaya, Universitas Budhi Luhur, Universitas Indraprasta (Unindra), Universitas Trisakti, Universitas Syarifhidyatullah, Universitas Kristen Indonesia (UKI), Himpunan Mahasiswa Indonesia (HMI) dan beberapa universitas lainnya.

“Reformasi dikorupsi, reformasi dikorupsi, hohoho, hohoho, reformasi dikorupsi,” teriak massa. (Aza/YAN/INI Network)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here