Oleh: Yuliawan Andrianto

Poskaltim.com, Samarinda – Puluhan dosen pencetak calon guru dari Institut Agama Islam Negeri (IAIN Samarinda) dan Universitas Mulawarman dilatih mengembangkan pembelajaran yang berkarakter untuk beberapa mata pelajaran dari Modul II Program Pintar Tanoto Foundation, pada Selasa (10/3).

Para dosen Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan (LPTK) difasilitasi menerapkan perkuliahan untuk mahasiswa calon guru yang menerapkan keterampilan dan proses khas dari mata pelajaran IPA, matematika, IPS, bahasa Indonesia, bahasa Inggris dan literasi kelas awal.

Anggie Nadia, dosen matematika IAIN Samarinda mengatakan apa yang diperolehnya dalam pelatihan ini untuk mendapatkan model pembelajaran baru yang akan diterapkan dalam perkuliahan. Ia mengembangkan lembar kerja mahasiswa (LKM) yang menstimulasi mahasiswa melalui kegiatan membandingkan, menduga, mengeksplorasi, merumuskan, menyelidiki, memutuskan, dan memverifikasi. “Model ini diharapkan dapat mengembangkan kemampuan berpikir tingkat tinggi para mahasiswa calon guru,” kata Anggie.

Dijelaskan Anggie, pada mata pelajaran matematika, biasanya siswa lebih sering memperhatikan penjelasan guru, menyalin, menghafal, dan menghitung. Sehingga, keterampilan matematis tidak timbul pada proses pembelajaran ini.

Pada pelatihan ini peserta difasilitasi mengembangkan keterampilan matematika seperti penalaran, pembuktian, representasi, koneksi, dan komunikasi. Sementara proses matematikanya yaitu penyelidikan, penemuan, dan pemecahan masalah.

Sementara itu, Rektor IAIN Samarinda Dr. H. M. Ilyasin, M.Pd yang turut menyaksikan kegiatan ini mengatakan adanya dampak baik kemitraan Tanoto Foundation dengan universitasnya selama hampir dua tahun terakhir.

Pelatihan modul II ini merupakan komitmen kemitraan Tanoto Foundation dengan IAIN Samarinda dan Unmul dalam mendukung perkuliahan calon guru dalam penerapan pembelajaran aktif dan peningkatan budaya baca.

“Saya mendukung kemitraan ini karena membawa banyak perubahan dan berharap terus menghadirkan tim penggerak perubahan pendidikan,” kata Ilyasin di sela-sela acara.

Saat ini, ada 12 fasilitator dosen yang ditunjuk untuk memfasilitasi pelatihan di dua LPTK mitra. Mereka merupakan penggerak pendidikan untuk penerapan pembelajaran aktif, manajemen berbasis sekolah, dan budaya baca.

Koordinator Provinsi Tanoto Foundation, Affan Surya berharap kemitraan dengan IAIN Samarinda dan Unmul, serta 18 sekolah mitra LPTK ini menjadi model dalam mendukung terciptanya calon guru yang berkualitas.(YAN)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here