Djaduk Ferianto

Oleh: Eko P / Yuliawan A

Poskaltim.com, Yogyakarta – Indonesia kehilangan salah seorang seniman besarnya. Djaduk Ferianto, seniman yang juga pendiri Ngayogjazz dikabarkan meninggal dunia pada Rabu (13/11) dini hari, sekitar pukul 02.30 WIB.

Wafatnya Djaduk meramaikan media sosial pagi ini. Rencananya, almarhum Djaduk akan dimakamkan hari ini di makam keluarga di Kasihan Bantul.

HIngga akhir hayat, darah senimannya terus menggelora, Djaduk meninggal tiga hari sebelum pentas Ngayogjazz 2019 digagasnya. Hal ini dikonfirmasi kakaknya Butet Kartaredjasa di akun Instagram dengan postingan “RIP Djaduk”, ‘Sumangga Gusti’.

Kabar wafatnya saudara kandung dari Butet Kartaradjasa ini meramaikan lini massa pagi ini. Fadroel Rachman, juru bicara Presiden Joko Widodo juga menulis di Twitternya.

“RIP Mas Djaduk Ferianto, tadi pagi sebelum jam 04.00 WIB. Misa jam 12.00 di Padepokan Seni Bagong Kusudiardjo, Desa Kembaran, Tamantirto, Kasihan, Bantul. Kemudian pemakaman di Sempu,” tulis Fadjroel.

Selain Fadjroel, Budayawan Goenawan Mohamad juga menuliskan duka citanya di akun resminya.

“Kita kehilangan seorang musikus yang membahagiakan orang banyak, seorang teman yg menyenangkan dalam bekerja sama. Djaduk Ferianto wafat. “Urip mung mampir ngombe,” kata orang2 tua. Hidup hanya sekedar singgah untuk minum; tapi Djaduk juga membawa air utk orang lain.”

Djaduk Ferianto lahir pada 19 Juli 1964 di Yogyakarta merupakan anak bungsu dari Bagong Kussudiardja, koreografer dan pelukis senior Indonesia. Djaduk selama ini dikenal kiprahnya sebagai seniman serbabisa. (YAN/INI Network)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here