Pohon Ulin atau kayu besi berdiameter 2,47 meter menjadi daya tarik abgi wisatawan yang mengunjungi Kaawsan Hutan SAngkima di Taman Nasional Kutai,

Oleh: Yuliawan A

Poskaltim.com , Samarinda – Dinas Pariwisata Kalimantan Timur memasukkan distinasi wisata alam hutan tropis di kawasan Taman Nasional Kutai (TNK) sebagai salah satu tujuan wisata yang wajib dikunjungi setiap wisatawan yang berkunjung ke Kaltim, tepatnya di Kabupaten Kutai Timur yang berjarak sekitar 170 Km dari Kota Samarinda.

Pelaksana Tugas Dinas Pariwisata Kaltim Ahmad Herwansyah mengatakan jika hutan hujan tropis masih menjadi andalan wisata di Kaltim, selain obyek wisata bahari lainnya di Kabupaten Berau.

“Disini ada pohon ulin atau pohon besi yang diperkirakan berusia 1.000 tahun dengan diameter 2,47 meter. Apalagi pohon Ulin ini termasuk pohon yang mulai langka karena pertumbuhannya yang lambat,” ucap Herwansyah, Rabu (24/7).

Walau sebaran pohon Ulin (Eusideroxylon zwageri) merata di seluruh dataran Kalimantan, namun ulin di kawasan wisata alam Sangkima, Kutai Timur ini tergolong unik karena usia dan diameternya yang sangat besar.

Lokasinya pun tak jauh dari jalan poros Kota Bontang-Sangatta dan cukup menyusuri hutan di kawasan TNK ini dengan berjalan kaki sejauh 800 meter. Walau perjalanan tersebut cukup melelahkan, namun pemandangan alam disekitar membuat siapa saja akan takjub dan lupa bahwa kaki sudah cukup lelah melangkah.

“Bahkan lokasi ini bisa membuat kita sadar bahwa ekosistem alam harus dijaga untuk melestarikan habitat hutan serta hewan-hewan yang kini hidup didalamnya,” ujar Herwan.

Karena memiliki potensi yang sangat besar bagi wisatawan minat khusus, Dinas Pariwisata Kaltim dan Pemkab Kutai Timur terus melakukan perbaikan fasilitas penunjang, agar wisatawan bisa dengan nyaman melihat situs hidup kayu Ulin ini.

Untuk menuju lokasi pohon langka ini, pengunjung diharuskan dikawal oleh petugas TNK setempat. Karena disepanjang perjalanan menuju lokasi pohon kerap dijumpai hewan-hewan liar seperti orang utan, ular king kobra hingga buaya muara.

“Sebaiknya (kalau masuk) menggunakan pemandu biar lebih aman dan mendapatkan penjelasan tentang beraneka tanaman dan hewan yang dilihat pengunjung,” ujarnya.(YAN)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here