Pemprov Kaltim telah membangun 14 menara telekomunikasi sejak tahun 2012. Direncanakan akan diabngun kembalu dua unit di tahun 2020.(foto:ist)

Oleh: Yuliawan A

Poskaltim.com, Samarinda – Tingginya permintaan masyarakat akan hadirnya jaringan telekomunikasi di Kaltim, mendorong Dinas Komunikasi dan Informatika telah merencanakan pembangunan menara telekomunikasi di dua desa pada tahun 2020.

Saat ini di Kaltim telah berdiri 14 menara telekomunikasi yang dana pembangunannya sebagian besar berasal dari APBD Kaltim dan sebagian lainnya dari bantuan Pemerintah Pusat melalui Kemenkominfo.

Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kaltim, Diddi Rusdiansyah, mengatakan bahwa tahun 2019 ini telah dilakukan feasibility studies untuk pembangunan dua menara telekomunikasi di dua kabupaten, yaitu di Kecamatan Biduk-Biduk Kabupaten Berau dan Desa Sepatin Kabupaten Kutai Kartanegara.

Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur untuk segera membangun tower telekomunikasi dan berkoordinasi secara intensif dengan Badan Aksesbilitas Telekomunikasi dan Informasi (BAKTI) Kementerian Komunikasi dan informatika.

“Tingginya permintaan masyarakat untuk segera mendapatkan akses komunikasi, maka kita akan dibangun tower telekomunikasi di Desa Teluk Sumbang Kecamatan Biduk-Biduk Kabupaten Berau dan Desa Sepatin Kecamatan Anggana Kabupaten Kutai Kartanegara,” jelas Diddy saat bertemu dengan sejumlah perwakilan media massa siber di Samarinda, Selasa (30/7) siang.

Dijelaskan Diddi, di Kaltim yang memiliki luas daratan 12.267 kilometer persegi, pemenuhan kebutuhan komunikasi masyarakat adalah menjadi satu tantangan tersendiri bagi Pemerintah Provinsi Kaltim.

Saat ini, jelasnya, persentase permasalahan blank spot diwilayah Kaltim memang mengalami penurunan dari 65 persen pada tahun 2012 menjadi 33 persen pada tahun 2018. Sementara sebagian besar layanan jaringan hanya berupa fasilitas suara saja atau 2 G. Layanan jaringan 3G dan 4G masih terbatas pada kota-kota besar di Kaltim saja.

“Semoga dapat terealisasi lagi pembangunan dua menara telekomunikasi tahun depan. Walau belum dapat menutup semua blank spot, tetapi setidaknya kita telah berupaya setiap tahunnya untuk memberikan pemerataan akses telekomunikasi, khususnya bagi masyarakat pedalaman dan daerah terpencil,” harapnya.(YAN)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here