Dinas Kehutanan Kaltim gencar melakukan sosialisasi dan membangun jaringan dengan masyarakat agar kejadian karhutla dapat diminilaisir dengan cara menggugah pola pikir warga untuk dapat menjaga dan merawat hutan.

Oleh: Yuliawan A

Samarinda, Poskaltim.com — Dinas Kehutanan Provinsi Kalimantan Timur gencar melakukan sosialisasi Gerakan Pencegahan Kebakaran Hutan dan Lahan (karhutla) disejumlah daerah yang memiliki tingkat kerawanan karhutla tinggi di Kaltim.

“Daerah yang memiliki kerawanan tinggi seperti di Kabupaten Paser, Kutai Kartanegara dan Kutai Barat. Ketiga daerah ini dianggap sebagai penyumbang asap terbanyak saat karhutla beberapa waktu yang lalu. Karena kami menilai dari sanalah banyak sumber api yang terjadi ada beberapa pekan yang lalu,” ujar Kepala Dinas Kehutanan (Kadishut) Kaltim, Amrullah,” saat dihubungi pada Jumat sore (11/10).

Untuk mengantisipasi karhutla yang lebih luas, Dishut Kaltim juga sengaja menggandeng masyarakat setempat untuk turut serta dalam sosialisasi kali ini. Selain melakukan pencegahan, peran masyarakat sekitar nantinya akan bertindak sebagai pengawas.

Upaya ini sebagai alternatif kekurangan petugas pengawasan berbanding luas hutan yang sangat luas untuk diawasi. Menggandeng masyarakat, diharapkan akan mampu meminimalisir jika terjadi kebakaran hutan.

Sosialisasi pertama kali ini dilakukan di Desa Saing, Desa Teberu Paser Damai, dan Desa Petangis Kabupaten Paser. “Kami sengaja menggelar sosialisasi awal disana karena desa ini bersinggungan dan mengapit langsung Hutan Konservasi Tahura Lati Petangis. Sehingga sangat penting dilakukan agar masyarakat dapat menjaga dan ikut menikmati manfaat hutan,” ujarnya.

Kasi Pengendalian dan Pengamanan Hutan, Dishut Kaltim, Sahar Al Haqq menegaskan bahwa ada tindakan hukum dan ancaman pidana bagi yang dengan sengaja membakar hutan tanpa ada izin dan pemberitahuan kepada petugas Dishut di lapangan.

Sahar menjelaskan kepada warga bahwa hutan dapat menjadi sumber penghasilan bagi warga sekitarnya. Bahkan hutan Kaltim yang terkenal akan keanekaragaman hayati yang beragam, baik buah-buahan dan hewan yang ada di dalamnya.

“Sehingga penjagaan terhadap hutan dianggap hal yang sangat penting. Ini sengaja kita sampaikan ke warga agar menggugah kesadaran mereka akan hutan yang selama ini memberi mereka kehidupan,” ujarnya.(YAN)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here